Tidak adanya Fasilitas Pengecekan, Influenza A Belum Terdeteksi di Pandeglang

  • 05 Okt 2026 15:27 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang belum memiliki dailistas cek laboratorium untuk mendeteksi kasus Influenza A. Imbasnya kasus infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza tipe A belum ditemukan di Kabupaten Pandeglang.

Kementerian Kesehatan melansir Infulenza A dilaporkan mengalami peningkatan signifikan di berbagai daerah Indonesia. Dimana akumulasi angka kunjungan kasus influenza mencapai 12,954 orang sejak awal Januari hingga akhir September 2026 dengan kisaran 446 kasus pada bulan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Dian Handayani, menyatakan karakteristik klinis influenza tipe A memiliki perbedaan mendasar dibandingkan batuk pilek biasa. Gejala infeksi virus tersebut umumnya muncul secara mendadak dan disertai keluhan nyeri otot serta nyeri sendi yang cukup parah.

"Gejala influenza hampir mirip dengan batuk pilek biasa, namun influenza tipe A biasanya disertai nyeri otot atau nyeri sendi yang cukup dominan," ujar Dian Handayani, Senin 5 Oktober 2026.

Grafik kunjungan pasien bergejala influenza di wilayah setempat terpantau berada pada posisi stabil kendati instansi kesehatan tetap meningkatkan pengawasan ketat. Berbagai upaya mitigasi penyebaran penyakit menular terus disosialisasikan kepada warga guna menekan risiko penularan di ruang publik.

Ia pun menghimbau masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila merasakan gejala demam tinggi disertai kelelahan fisik. Penanganan medis di puskesmas difokuskan pada pemberian obat simtomatik serta edukasi pencegahan mandiri bagi pasien.

Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat disebutnya menjadi instrumen utama pencegahan penularan virus influenza di tengah aktivitas harian masyarakat. Warga diwajibkan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun serta mengenakan masker penutup mulut saat mengalami gejala sakit.

"Penanggulangan utama melalui pembiasaan pola hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan serta wajib mengenakan masker bagi yang sakit," kata Dian.

Etika batuk yang benar dengan menutup mulut menggunakan lipatan siku tangan terus disosialisasikan secara masif kepada warga. Penggunaan tisu bersih saat menutup batuk serta pembuangan sampah medis secara tepat menjadi bagian dari upaya memutus rantai penularan virus di lingkungan keluarga.

"Batuk harus ditutup dengan ujung siku atau tisu bersih yang langsung dibuang dan dilanjutkan cuci tangan," ujarnya.

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengimbau seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul laporan peningkatan kasus influenza di berbagai provinsi sejak September 2026. Pemerintah daerah memastikan kesiapan fasilitas pelayanan dasar dalam menangani setiap pasien yang datang memeriksakan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....