Bahaya Abu Vulkanik yang Dapat Mengancam Kesehatan Pernapasan

  • 07 Sep 2026 11:03 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Dinkes Pandeglang memperingatkan masyarakat tentang bahaya paparan material abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau yang dapat masuk ke saluran pernapasan manusia.
  • Partikel halus debu vulkanik mengandung zat berbahaya yang berpotensi mengganggu organ pernapasan manusia secara serius jika terhisap tanpa perlindungan.
  • Penggunaan masker pelindung dan konsumsi air putih merupakan langkah pencegahan wajib yang direkomendasikan Dinkes untuk masyarakat yang terpapar abu vulkanik.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang memperingatkan masyarakat mengenai bahaya paparan material abu vulkanik letusan Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan. Partikel halus debu vulkanik disebut berpotensi masuk ke dalam saluran pernapasan manusia apabila terhisap tanpa pelindung.

Kepala Dinkes Kabupaten Pandeglang, Eniyati menjelaskan, partikel abu vulkanik mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu organ pernapasan manusia secara serius. Penggunaan masker pelindung dan konsumsi air putih disebutnya menjadi langkah pencegahan wajib bagi masyarakat.

"Abu ini berbahaya karena merupakan partikel gunung yang mengandung zat kimia dan jika terhisap melalui hidung akan masuk ke dalam paru-paru serta mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat," ujar Eniyati, Senin, 7 September 2026.

Pemerintah daerah mengimbau warga agar tidak mengabaikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kebersihan lingkungan sekitar rumah juga disebutnya harus dijaga dengan menyiram abu menggunakan air bersih.

Kendati abu vulkanik menyebar luas di semua wilayah Pandeglang, Dinkes mencatat belum ada lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut yang signifikan di fasilitas pelayanan medis. Petugas kesehatan disebutnya terus bersiaga memantau kondisi warga di seluruh wilayah terdampak.

"Hasil monitoring sepuluh puskesmas area selatan dan pinggir pantai menyatakan belum ada peningkatan kasus serta kondisi pasien masih relatif aman terkendali," kata Eni Yati.

Langkah pencegahan dini terus digencarkan petugas kesehatan melalui penyuluhan langsung ke tengah permukiman warga dan media sosial. Edukasi kesehatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap risiko bahaya abu vulkanik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....