Sesuaikan Kebutuhan Protein dengan Budget Anak Kos

  • 13 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Mahasiswa perantauan dapat memenuhi kebutuhan gizi harian meskipun memiliki keterbatasan anggaran finansial dengan memilih sumber protein yang tepat.
  • Pemilihan bahan makanan berdasarkan kondisi keuangan masing-masing adalah strategi efektif untuk menjaga pola makan sehat tanpa membebani pengeluaran.
  • Linda Kirana, mahasiswi perantauan di Serang, membuktikan bahwa kebutuhan protein tetap harus dipenuhi meski tinggal di kos dengan anggaran terbatas.

RRI.CO.ID, Serang – Keterbatasan anggaran bukan menjadi hambatan bagi mahasiswa perantauan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Pemilihan sumber protein yang sesuai dengan kemampuan finansial dinilai menjadi salah satu cara menjaga pola makan sehat tanpa membebani pengeluaran.

Mahasiswi yang merantau di Serang, Linda Kirana, mengatakan kebutuhan protein tetap harus dipenuhi meski tinggal di kos dengan anggaran terbatas. Menurutnya, mahasiswa dapat menyesuaikan pilihan bahan makanan berdasarkan kondisi keuangan masing-masing.

“Pilih protein yang kalian sanggupi. Kalau misalkan sanggup beli dada ayam, itu bisa banget,” katanya saat diwawancarai RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menjelaskan dada ayam dapat diolah secara sederhana hanya dengan menggunakan sedikit mentega sehingga tetap memiliki cita rasa yang lezat. Menu tersebut juga dapat dipadukan dengan sayuran segar untuk menghasilkan makanan bergizi.

Namun, bagi mahasiswa yang memiliki anggaran lebih terbatas, Linda menyarankan telur sebagai alternatif sumber protein. Selain harganya relatif murah, telur juga mudah diperoleh dan dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan.

“Yang paling sederhana lagi proteinnya adalah telur. Proteinnya dapat, harganya masih terjangkau dan juga gampang dimasak,” ujarnya.

Menurutnya, pola makan sehat tidak harus bergantung pada bahan makanan mahal. Yang terpenting adalah memastikan adanya keseimbangan antara sayuran, protein, dan cara pengolahan yang sederhana sehingga kebutuhan gizi tetap terpenuhi.

Ia menambahkan cita rasa makanan juga perlu disesuaikan dengan selera agar kebiasaan makan sehat dapat dipertahankan dalam jangka panjang. Penggunaan salad dressing, saus sambal, maupun sedikit garam dapat menjadi pilihan untuk menambah rasa. “Yang terakhir olah rasa sesuai lidah kalian atau rasa-rasa yang kalian suka,” ucapnya.

Linda berharap, mahasiswa tidak lagi beranggapan bahwa makanan bergizi identik dengan biaya tinggi. Dengan memilih sumber protein sesuai anggaran dan mengolahnya secara sederhana, anak kos tetap dapat menjaga kesehatan sekaligus mengelola pengeluaran sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....