Asupan Gizi Gratis Jaga Ibu dan Balita
- 19 Jun 2026 07:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Jarum jam baru menunjukkan pukul sepuluh pagi ketika pelataran posyandu di Kampung Waden, Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang mulai dipadati oleh kelompok ibu dan balita. Mereka berkumpul secara tertib untuk menyambut kedatangan kurir pembawa paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus kelompok tiga prioritas utama atau B3 (Ibu hamil, Ibu menyusui, dan Balita).
Seorang ibu menyusui asal Kampung Waden, Siti Dina Muhlisoh, mengaku merasakan manfaat besar dari program pemenuhan gizi yang didapatkannya secara konsisten ini. Sejak usia kandungannya memasuki lima bulan hingga fase menyusui saat ini, dirinya tidak pernah absen mengonsumsi menu makanan sehat tersebut.
"Alhamdulillah senang bisa dibantu, semenjak ada MBG dikasihkan ya jadi tidak masak pagi dulu. Soal menu MBG ini juga bagus lengkap, ada proteinnya, karbohidratnya, dari buah-buahan juga ada enak-enak segar-segar, rutin tiap hari kecuali tanggal merah," kata Siti, Kamis 18 Juni 2026.
Langkah intervensi gizi ini diakuinya sangat meringankan beban harian rumah tangga karena dirinya tidak perlu lagi tergesa-gesa memasak pada pagi hari. Formula hidangan yang disajikan dinilainya memiliki komposisi nutrisi yang lengkap, segar, dan menggugah selera berkat perpaduan seimbang antara karbohidrat, protein, serta buah-buahan.
Kepala Dapur SPPG Karya Bakti Jiput, Irfi Maulana, mengonfirmasi aktivitas distribusi paket pangan bergizi untuk kelompok B3 ini berjalan rutin dari hari Senin hingga Sabtu. Program penguatan nutrisi serentak di wilayah pelosok Pandeglang ini sengaja diliburkan sementara waktu hanya pada hari libur nasional atau tanggal merah resmi.
"Tujuannya untuk memenuhi gizi dari anak-anak, terutama untuk balita dan memfokuskan jika ada yang stunting untuk memperkecil status stunting tersebut," kata Irfi.
Menurutnya fokus utama penyaluran nutrisi darurat ini diarahkan untuk menekan grafik penderita stunting serta mengawal masa seribu hari pertama kehidupan anak. Pihak koki menerapkan standardisasi takaran gramasi atau berat timbangan yang ketat untuk membedakan porsi makanan antara anak balita dan orang dewasa.
Format menu hidangan harian sengaja disamakan jenisnya, namun porsi karbohidrat dan protein dikelompokkan ke dalam ukuran besar bagi ibu hamil serta ibu menyusui. Langkah pemenuhan zat gizi makro dan mikro ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam menekan angka stanting.
"Menu kita samakan, tapi porsinya itu kita gramasikan atau kita ukur yang mana porsi kecil dan mana yang porsi besar untuk membedakan antara balita dan kita kasih ke ibu menyusui dan ibu hamilnya," ujar Irfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....