Preeklamsia Ancam Keselamatan Ibu Hamil

  • 29 Jul 2026 07:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Preeklamsia masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia, termasuk di Kota Serang. Kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu itu dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin apabila tidak dideteksi dan ditangani sejak dini. Karena itu, pemeriksaan kehamilan secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Dokter Spesialis Kandungan RSUD Kota Serang, Tri Gunawan,mengatakan preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data yang dipaparkannya, kasus preeklamsia di Indonesia terjadi pada sekitar tiga hingga sepuluh persen kehamilan dan menjadi salah satu penyebab kematian ibu bersama perdarahan serta infeksi.

"Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini sangat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan baik," katanya dalam program Indonesia Sehat RRI Pro 1 Banten, Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menjelaskan, dampak preeklamsia terhadap ibu dapat berupa kejang atau eklamsia, stroke, gangguan fungsi ginjal, paru-paru hingga gagal multiorgan. Sementara bagi janin, kondisi tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat, kelahiran prematur bahkan kematian dalam kandungan akibat berkurangnya pasokan oksigen.

Menurutnya, gejala preeklamsia tidak selalu mudah dikenali. Sebagian ibu hamil hanya mengalami sakit kepala yang tidak kunjung hilang, pandangan kabur, nyeri ulu hati, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki.

Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala menjadi langkah awal untuk mendeteksi risiko preeklamsia sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami preeklamsia antara lain ibu hamil berusia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun, memiliki riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya, menderita hipertensi kronis, diabetes, maupun penyakit autoimun seperti lupus.

"Kalau kita berbicara kehamilan, berarti kita berbicara dua nyawa, yaitu ibu dan janin. Karena itu preeklamsia tidak boleh dianggap sepele dan harus ditangani sedini mungkin," ujarnya.

Ia mengimbau seluruh ibu hamil untuk tidak melewatkan pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang mengarah pada preeklamsia. Dukungan keluarga, terutama suami, juga dinilai berperan penting dalam memastikan ibu hamil mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....