Dinkes Lebak Imbau Waspadai Penyakit saat Musim Kemarau
- 26 Jul 2026 12:43 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rentan muncul selama musim kemarau maupun masa pancaroba. Perubahan cuaca yang terjadi pada periode tersebut dinilai dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat dan meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan sejumlah penyakit yang sering muncul saat musim pancaroba di antaranya dehidrasi, influenza, batuk, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Perubahan suhu udara, cuaca yang tidak menentu, serta meningkatnya paparan debu menjadi faktor yang dapat memicu gangguan kesehatan.
"Pada musim kemarau maupun pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan karena perubahan cuaca dapat memicu berbagai penyakit seperti dehidrasi, influenza, batuk, hingga ISPA," ujar Eka di Lebak, Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kelompok yang paling rentan terdampak adalah balita, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Karena itu, Dinas Kesehatan mengajak masyarakat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit.
Eka menegaskan, penerapan pola hidup bersih dan sehat menjadi langkah paling efektif dalam mencegah berbagai penyakit saat musim kemarau. Beberapa upaya yang disarankan antara lain mencukupi kebutuhan cairan tubuh setiap hari untuk mencegah dehidrasi.
Masyarakat juga diimbau mengonsumsi makanan bergizi seimbang agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Istirahat yang cukup serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dalam mencegah penyebaran penyakit.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan agar risiko penyakit dapat diminimalkan," kata Eka.
Ia juga mengingatkan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di lokasi yang berdebu atau memiliki kualitas udara yang kurang baik. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi risiko gangguan saluran pernapasan akibat paparan debu selama musim kemarau.
| Baca juga: Warga Diminta Waspadai Penyakit Zoonosis |
Selain melakukan pencegahan, masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan kesehatan apabila mengalami keluhan. Gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, maupun gangguan kesehatan lainnya sebaiknya segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
"Pemeriksaan sejak dini sangat penting agar penyakit dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih serius, sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih besar," ujarnya.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Lela, mengatakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus dioptimalkan. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit di masyarakat.
Menurut Lela, hingga saat ini sebanyak 399.452 masyarakat di Kabupaten Lebak telah memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis. "Program Cek Kesehatan Gratis terus kami optimalkan agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini dan memperoleh penanganan yang cepat apabila ditemukan faktor risiko penyakit," ujar Lela.
Dinas Kesehatan berharap masyarakat terus memanfaatkan layanan CKG melalui puskesmas maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) terdekat.
Dengan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kondisi kesehatan masyarakat dapat dipantau secara berkala sekaligus meningkatkan peluang deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
"Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di puskesmas maupun FKTP. Pemeriksaan rutin akan membantu mendeteksi penyakit lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan efektif," ucap Lela.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....