Akselerasi Penurunan Stunting, Pemkot Tangerang Optimalkan Aplikasi Sidata

  • 20 Jun 2026 10:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen strategis untuk memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting atau tengkes di wilayahnya. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangerang meluncurkan Aplikasi Sidata sebagai sistem terintegrasi yang membantu jajaran Dinas Kesehatan memantau kondisi balita berisiko tengkes secara cepat, akurat, dan real-time.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Dini Anggraeni menjelaskan, intervensi berbasis aplikasi ini dirancang mutakhir agar seluruh pergerakan data tumbuh kembang anak dapat diakses langsung oleh petugas medis hingga pemangku kebijakan di tingkat wilayah. Langkah digitalisasi di tingkat tapak tersebut diklaimnya memangkas birokrasi pelaporan konvensional sehingga proses pemetaan status gizi buruk maupun gizi kurang berjalan lebih responsif.

“Yang menurut saya sangat membantu adalah peran kader posyandu yang didukung oleh teknologi melalui Aplikasi Sidata. Sistem ini sangat mudah digunakan dan kader sendiri yang melakukan input data ke dalam sistem,” ujar Dini, Jumat 19 Juni 2026.

Menurutnya saringan informasi kuantitatif yang dihimpun para kader posyandu tersebut secara otomatis akan terintegrasi dengan ekosistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Untuk memperkuat validitas makro, Dini menyebut saat ini Dinas Kominfo pun tengah memproses sinkronisasi lanjutan dengan aplikasi Sigizikesga milik Kementerian Kesehatan RI.

Dinkes meyakini, keterpaduan sistem ini akan mempermudah tim ahli dalam melakukan analisis mendalam dan mengeksekusi tindakan kedinasan secara presisi. Begitu indikator gizi buruk terdeteksi pada gawai sistem, petugas puskesmas dapat langsung melacak identitas serta domisili balita untuk diberikan bantuan nutrisi darurat.

“Nanti sistemnya diintegrasikan dengan aplikasi Sigizikesga milik Kementerian Kesehatan, sedang dalam proses oleh Dinas Kominfo. Dengan begitu data yang masuk menjadi lebih real, lebih cepat, dan lebih valid untuk memudahkan kami dalam melakukan analisis dan mengambil langkah penanganan,” ucapnya.

Dini menyebut rantai pemanfaatan data ini tidak hanya terbatas pada sektor medis, melainkan turut melibatkan peran aktif kader PKK, aparatur kelurahan, hingga jajaran kecamatan setempat. Sinergi lintas sektoral yang kokoh ini diposisikannya sebagai modal utama Kota Tangerang dalam mengawal masa depan generasi muda yang sehat dan produktif.

Melalui konsistensi penggunaan Aplikasi Sidata, Pemkot Tangerang optimistis dapat mempertahankan tren positif penurunan prevalensi tengkes kedaerahan yang fluktuasinya terpantau hijau. Berdasarkan saringan data hingga Mei 2026, Dini mengatakan grafik tengkes di Kota Tangerang sukses ditekan hingga menyentuh angka 5,3 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....