Kompres Hangat Lebih Dianjurkan saat Anak Demam
- 28 Apr 2026 15:47 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Penggunaan kompres saat anak demam masih sering menimbulkan kebingungan di masyarakat, khususnya terkait pilihan antara kompres air panas atau dingin. Di tengah meningkatnya kasus penyakit infeksi seperti campak, pemahaman yang tepat mengenai penanganan demam menjadi penting agar tidak terjadi kesalahan yang justru memperburuk kondisi.
Demam sendiri merupakan respons alami tubuh terhadap infeksi. Kondisi ini berfungsi sebagai “alarm” yang menandakan adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi virus atau bakteri. Oleh karena itu, penanganan demam tidak hanya bertujuan menurunkan suhu tubuh, tetapi juga membantu tubuh tetap nyaman selama proses penyembuhan.
Dokter spesialis anak, M Riefky Kusdhany menjelaskan, penggunaan kompres sebaiknya tidak dilakukan dengan air dingin, melainkan air hangat. Hal ini berkaitan dengan cara kerja tubuh dalam mengatur suhu.
| Baca juga: Dinkes Lebak Waspadai Penyakit Musim Kemarau |
“Fungsi kompres itu sebenarnya untuk ‘menipu’ otak agar tidak menaikkan suhu tubuh lebih tinggi, sehingga sebaiknya menggunakan air hangat,” ujarnya.
Menurutnya, kompres hangat membantu tubuh menstabilkan suhu dengan lebih efektif. Ketika tubuh merasakan suhu hangat dari luar, otak akan menganggap suhu tubuh sudah cukup tinggi sehingga tidak perlu meningkatkan suhu lebih lanjut. Sebaliknya, penggunaan air dingin justru dapat memicu tubuh meningkatkan suhu sebagai bentuk pertahanan.
Riefky menjelaskan bahwa kompres hangat sebaiknya diberikan pada bagian tubuh tertentu yang memiliki pembuluh darah besar dan dekat dengan permukaan kulit, seperti dahi, ketiak, serta lipatan paha. Area tersebut dinilai paling efektif dalam membantu pelepasan panas dari dalam tubuh sehingga suhu dapat lebih cepat turun secara alami.
Selain itu, kompres juga dapat ditempatkan di area leher untuk memberikan efek nyaman. Pemberian kompres dianjurkan menggunakan kain bersih yang dibasahi air hangat dan dilakukan secara perlahan tanpa tekanan, serta diganti secara berkala agar suhu tetap stabil dan manfaatnya optimal.
Kesalahan penggunaan kompres dingin masih kerap terjadi di masyarakat karena dianggap lebih cepat menurunkan panas. Padahal, cara tersebut bisa menyebabkan ketidaknyamanan, bahkan membuat anak menggigil, yang justru memicu peningkatan suhu tubuh.
Selain itu, kompres hangat juga dinilai lebih aman bagi kulit anak. Air yang terlalu panas tetap harus dihindari karena dapat menyebabkan iritasi atau luka. Suhu air yang digunakan sebaiknya suam-suam kuku agar memberikan efek nyaman tanpa risiko.
Para orang tua diimbau untuk memahami cara penanganan demam yang tepat, termasuk penggunaan kompres hangat, pemberian cairan yang cukup, serta segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan jika demam tidak kunjung turun. Dengan penanganan yang benar, risiko komplikasi akibat penyakit penyerta dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....