Program Genting Tekan Keluarga Risiko Stunting Lebak

  • 14 Feb 2026 15:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah daerah melalui Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat penurunan signifikan jumlah Keluarga Risiko Stunting (KRS) dalam tiga tahun terakhir. Data menunjukkan, jumlah KRS di wilayah tersebut turun drastis dari sekitar 162.000 keluarga menjadi 43.088 keluarga pada tahun 2025. Salah satu langkah strategis yang dinilai efektif adalah pelaksanaan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada DP3AKKB Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, mengatakan penurunan tersebut tidak lepas dari berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan. “Program Genting menjadi motor penggerak karena melibatkan banyak pihak untuk bersama-sama mendampingi keluarga risiko stunting,” ujar Tuti di Rangkasbitung, Jum'at 13 Februari 2026.

Ia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari lima program prioritas BKKBN dalam menyiapkan Generasi Emas 2045 agar terbebas dari stunting.Menurutnya, upaya percepatan penurunan KRS tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan lintas sektor. “Program ini sifatnya keroyokan atau gotong royong. Semua unsur, mulai dari OPD, BUMN, swasta, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan hingga media harus terlibat,” ucapnya.

Masyarakat juga dapat berperan sebagai orang tua asuh dengan menghimpun dana yang selanjutnya dikelola oleh Baznas Kabupaten Lebak. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada relawan Dapur Atasi Stunting (Dahsyat) yang tersebar di berbagai desa untuk menyediakan makanan bergizi bagi sasaran program.Relawan Dahsyat menyiapkan aneka produk makanan berstandar gizi dan protein yang diberikan kepada puluhan ribu keluarga risiko stunting, ibu hamil, baduta, serta balita.

Pemberian asupan gizi dilakukan dengan durasi yang berbeda-beda, mulai dari 14 hari, dua bulan, hingga enam bulan, disesuaikan dengan kondisi pemulihan masing-masing anak. “Kami berharap Program Genting dapat terus meminimalisasi kasus KRS. Bila KRS menurun, kami optimistis Lebak bisa terbebas dari stunting,” kata Tuti.

Sejumlah penerima manfaat di Rangkasbitung mengaku merasakan langsung dampak program tersebut, terutama melalui distribusi makanan bergizi dari Dapur Dahsyat. Aminah (35), salah seorang warga, mengatakan bantuan makanan bergizi sangat membantu memperbaiki kondisi kesehatan anak-anaknya. “Kami merasa lega, dua anak yang awalnya mengalami gizi kurang, dengan adanya makanan dari Dapur Dahsyat kini kondisi tubuhnya lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut karena dinilai mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan gizi anak sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....