​Cegah Depresi Gen Z, Dinkes Pandeglang Sasar Sekolah

  • 03 Feb 2026 14:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - ​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang mulai menggencarkan program skrining kesehatan jiwa ke lingkungan sekolah, pesantren, hingga kampus untuk mendeteksi dini gejala depresi pada kalangan remaja. Langkah proaktif ini diambil menyusul meningkatnya kerentanan mental di kalangan generasi muda yang sering kali terpapar tekanan sosial dan akademik. Penanganan sejak dini dinilai lebih efektif dibandingkan menangani pasien yang sudah masuk dalam kategori depresi akut.

Penanggungjawab Program Kesehatan Jiwa, pada Dinkes Pandeglang, Pauzi Ramzih mengatakan skrining mental ini dilakukan melalui metode wawancara dan pengisian instrumen kesehatan jiwa yang dipandu oleh petugas Puskesmas. Bagi siswa atau mahasiswa yang hasil skriningnya menunjukkan gejala kecemasan atau depresi, pihak Dinkes akan memberikan tindak lanjut berupa konseling. Jika ditemukan indikasi gangguan yang lebih serius, petugas akan mengarahkan mereka untuk mendapatkan perawatan medis di poli jiwa.

"Ada program di Puskesmas untuk melakukan skrining kesehatan jiwa ke sekolah, pesantren, kampus, dan tempat kerja. Yang menunjukkan gejala cemas atau depresi dilakukan tindak lanjut seperti konseling." Katanya, Selasa 3 Februari 2026.

Pauzi menekankan bahwa peran keluarga sangat krusial dalam mendukung kesehatan mental anak remaja sebelum kondisi tersebut memburuk. Ia meminta para orang tua untuk lebih peka jika anggota keluarganya menunjukkan perubahan perilaku, seperti menarik diri atau sering terlihat murung. Komunikasi dua arah dan dukungan motivasi, dinilainya menjadi obat pertama bagi seseorang yang mulai merasa terbebani oleh masalah kejiwaan.

Dinkes menilai ​tantangan utama dalam program ini adalah masih adanya anggapan bahwa kesehatan jiwa tidak sepenting kesehatan fisik. Pauzi pun menghimbau masyarakat untuk tidak hanya datang ke Puskesmas saat merasa sakit raga, tetapi juga ketika merasakan gangguan pada perasaan dan mental.

Dinkes menekankan edukasi terkait pola hidup sehat tidak hanya mencakup Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) fisik, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan spiritual dan sosial sesuai amanat Undang-Undang Kesehatan.

Dinkes mencatat ​hasil evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa ketahanan mental tiap individu sangat bervariasi, sehingga pendekatan yang diberikan pun harus personal. Program konseling yang disiapkan Dinkes ditujukan untuk memberikan ruang aman bagi warga untuk menceritakan masalahnya tanpa rasa malu. Skrining ini juga menjadi bagian dari upaya dinkes untuk menghapus stigma terhadap penderita gangguan jiwa di lingkungan pendidikan dan kerja.

Melalui upaya masif ini, Dinkes Pandeglang berharap masyarakat tidak lagi membiarkan anggota keluarganya berjuang sendirian melawan depresi. Penanganan kesehatan jiwa yang terintegrasi antara keluarga, sekolah, dan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menciptakan generasi muda Pandeglang yang tangguh secara mental.

"Peran keluarga sangat penting. Kalau ada anggota keluarga yang mengalami masalah jangan dibiarkan, diajak ngobrol dan didukung motivasi. Jangan sakit fisik saja yang dibawa ke Puskesmas, sakit perasaan juga harus," katanya.

Rekomendasi Berita