Screen Time Berlebihan Ancam Kesehatan Mata Anak Remaja
- 23 Jan 2026 18:13 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Penggunaan gawai atau gadget yang berlebihan pada anak dan remaja menjadi ancaman serius bagi kesehatan mata. Di tengah aktivitas belajar, hiburan, hingga interaksi sosial yang kini banyak bergantung pada layar digital, kesadaran menjaga kesehatan mata dinilai masih rendah.
Dokter Umum Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi Serang, Rahmi Elizawati mengungkapkan, anak-anak dan remaja termasuk kelompok paling rentan mengalami gangguan mata akibat screen time yang tidak terkontrol. Hal ini disebabkan karena organ penglihatan pada usia tersebut masih dalam tahap perkembangan.
“Paparan layar terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah, mata kering, mata merah, hingga penglihatan kabur. Jika dibiarkan, keluhan ini bisa mengganggu aktivitas belajar dan kualitas hidup anak,” ujar Rahmi dalam dialog di RRI Pro 1 Banten, Jumat, 23 Januari 2026.
| Baca juga: Warga Diminta Waspadai Penyakit Zoonosis |
Baca juga: Gen Z Dinilai sebagai Generasi Manja dan Tergantung Gawai
Menurutnya, kebiasaan menatap layar tanpa jeda membuat frekuensi berkedip berkurang sehingga mata menjadi kering dan mudah iritasi. Selain itu, jarak pandang yang terlalu dekat serta penggunaan gadget di ruang gelap turut memperparah kondisi mata. Rahmi menekankan pentingnya pembatasan waktu penggunaan gadget sesuai usia. Anak usia di bawah dua tahun dianjurkan tidak terpapar layar sama sekali. Sementara anak usia dua hingga lima tahun sebaiknya dibatasi maksimal satu hingga dua jam per hari, dengan pembagian waktu yang tidak dilakukan secara terus-menerus.
“Untuk anak dan remaja yang sudah aktif menggunakan gadget, terapkan aturan 20-20-20. Setiap 20 menit menatap layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik,” ucapnya.
Sementara Kepala Unit Marketing dan Komunikasi RS Mata Ahmad Wardi, Desta Anjastama menilai, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan utama dalam menjaga kesehatan mata anak. Banyak orang tua masih menganggap keluhan mata sebagai masalah sepele dan akan sembuh dengan sendirinya.
Baca juga: Orang Tua Diminta Batasi Gawai Demi Minat Baca
“Padahal, pemeriksaan mata sebaiknya dilakukan secara rutin, minimal satu kali dalam setahun, tanpa harus menunggu keluhan berat,” kata Desta.
Ia menambahkan, RS Mata Ahmad Wardi juga menyediakan layanan pemeriksaan mata yang dapat diakses melalui BPJS Kesehatan serta program sosial bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan mata sejak dini.
Para orang tua diimbau berperan aktif mengawasi kebiasaan anak dalam menggunakan gadget, membiasakan jeda layar, serta mendorong aktivitas luar ruang. Menjaga kesehatan mata sejak usia dini dinilai sebagai investasi penting untuk masa depan generasi muda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....