Orang Tua Diminta Batasi Gawai Demi Minat Baca

  • 10 Sep 2025 09:24 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pandeglang, Neneng Nuraeni, menekankan pentingnya peran orang tua dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah membatasi penggunaan gawai pada anak-anak, terutama di usia sekolah dasar.

Menurut Neneng, fenomena yang saat ini terjadi di Pandeglang menunjukkan banyak anak lebih tertarik bermain gim di ponsel ketimbang membaca buku. Kondisi ini berpengaruh pada rendahnya minat baca, bahkan masih ditemukan siswa kelas 5 dan 6 sekolah dasar yang belum lancar membaca.

“Kalau anak sudah terlalu sering menggunakan HP tanpa pendampingan, minat bacanya akan menurun. Karena itu kami mengimbau orang tua agar tegas membatasi penggunaan gawai, khususnya pada jam belajar,” ujar Neneng dalam dialog bersama RRI, Rabu (10/9/2025).

Ia menambahkan, literasi tidak selalu harus berupa membaca buku pelajaran. Orang tua bisa bercerita, mendampingi anak membaca buku cerita, atau mengajak anak belajar dari lingkungan sekitar. Hal-hal sederhana ini sudah termasuk literasi, karena anak tidak hanya membaca tetapi juga memahami dan menceritakan kembali.

Dinas Perpustakaan sendiri mendorong sekolah-sekolah untuk mengadakan program hari literasi mingguan, seperti Kamis Membaca, serta mengoptimalkan layanan perpustakaan keliling. Namun, Neneng menegaskan, keberhasilan program literasi akan sangat bergantung pada dukungan keluarga. “Literasi adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, sekolah, dan terutama orang tua harus bersinergi membentuk karakter anak sejak dini,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....