Kendalikan Hipertensi Sejak Dini untuk Cegah Komplikasi Jantung

  • 29 Des 2025 09:56 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat memicu berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, apabila tidak ditangani dengan baik.

Pemeriksaan tekanan darah secara rutin menjadi langkah penting untuk mendeteksi hipertensi dan mencegah komplikasi jangka panjang, khususnya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Maka dari itu, masyarakat usia dewasa sebaiknya rutin memeriksa tekanan darah.

“Saat ini prevalensi hipertensi pada usia muda semakin meningkat, sehingga mulai usia 20 tahun ke atas sebaiknya tekanan darah dicek minimal satu tahun sekali,” ujar Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Rumah Sakit Pondok Indah, Wishnu Aditya Widodo, dalam siniar Rumah Sakit Pondok Indah dengan judul "Bahaya Hipertensi untuk Penyakit Jantung" dikutip RRI, Senin (29/12/2025).

Baca juga: Waspadai Tanda Tidak Umum Serangan Jantung Mendadak

Ia juga menjelaskan adanya kondisi yang dikenal sebagai white coat hypertension, yakni tekanan darah yang meningkat saat berada di fasilitas kesehatan, namun normal ketika diukur di rumah. “Kondisi ini biasanya dipicu oleh faktor psikologis, seperti rasa cemas saat bertemu tenaga medis,” kata Wishnu.

Untuk memastikan apakah hipertensi bersifat menetap atau hanya sementara, pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi atau USG jantung dapat dilakukan. “Jika tekanan darah sering tinggi, seharusnya otot jantung sudah menebal. Bila hasilnya masih normal, kemungkinan hipertensinya bersifat sesaat,” ujarnya.

Terkait pengendalian hipertensi, Wishnu menegaskan, perubahan gaya hidup menjadi dasar utama pengobatan. “Pola makan sehat dengan mengurangi makanan asin dan berlemak, memperbanyak sayur dan buah, olahraga rutin, serta istirahat cukup sangat dianjurkan,” kata Wishnu.

Baca juga: Diabetes dan Hipertensi Penyakit Tak Menular Tertinggi di Lebak

Aktivitas fisik yang disarankan yakni olahraga ringan hingga sedang selama 20–30 menit, sekitar lima kali dalam seminggu. Selain itu, waktu tidur ideal minimal delapan jam per hari juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.

Apabila perubahan gaya hidup belum mampu menurunkan tekanan darah, pengobatan dengan obat-obatan perlu dilakukan sesuai rekomendasi dokter. “Jika hipertensi sudah terdiagnosis, pemeriksaan dan pengobatan harus dilakukan sedini mungkin untuk mencegah kerusakan organ yang lebih berat di masa depan,” kata Wishnu.

Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mengendalikan tekanan darah sejak dini melalui pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga kesehatan jantung sekaligus meningkatkan kualitas hidup dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....