Pentingnya Posyandu Sebagai Pendeteksi Dini Stunting pada Anak
- 09 Des 2025 18:17 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Posyandu memiliki peran strategis dalam mencegah dan mendeteksi dini risiko stunting pada anak. Hal ini disampaikan Penyuluh KB (Keluarga Berencana) Kecamatan Baros, Raden Ifa Khalifah Fitriani. Ia menekankan pentingnya orang tua membawa anak ke posyandu secara rutin agar grafik tumbuh kembang dapat dipantau sesuai standar Kemenkes.
Menurut Ifa, banyak orang tua keliru mengira bahwa stunting hanya berkaitan dengan tinggi badan. Padahal indikator utama meliputi berat badan, panjang atau tinggi badan, serta perkembangan anak secara menyeluruh. “Di posyandu, bidan bisa melihat grafiknya. Kalau ada penurunan, bisa langsung ditangani,” ujarnya dalam Dialog Pro 1 RRI Banten, Selasa (9/12/2025).
Ia juga menjelaskan buku KIA menjadi panduan penting dalam memantau pertumbuhan anak. Buku ini memuat standar tinggi dan berat badan ideal sesuai usia dan jenis kelamin. Garis merah, kuning, dan hijau menjadi indikator yang menunjukkan apakah anak berada dalam kondisi sehat atau berisiko stunting.
Selain deteksi dini, posyandu juga menjadi tempat edukasi bagi orang tua tentang gizi seimbang, pola asuh makan, dan cara mengenali tanda awal gangguan tumbuh kembang. Ifa menambahkan, banyak orang tua masih kurang memahami komposisi makanan ideal sesuai panduan “Isi Piringku”, yang mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta lemak yang sering dilupakan.
Posyandu juga berperan dalam mengarahkan orang tua untuk mengenali kebutuhan anak terkait tekstur dan rasa makanan. Ifa menekankan pentingnya memberikan makanan rumahan agar anak belajar keberagaman rasa dan tekstur yang tidak didapat dari makanan fortifikasi. Hal itu sangat penting bagi pembentukan kebiasaan makan sehat jangka panjang.
Dengan penguatan posyandu sebagai pusat edukasi dan pemantauan, ia berharap angka stunting di wilayah Banten dapat terus ditekan. “Kuncinya adalah rutin datang ke posyandu dan mengikuti arahan tenaga kesehatan. Lebih cepat terdeteksi, lebih mudah dicegah,” ucapnya. (Kartika Rahmi Wijayanti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....