Pelayanan CKG di Masyarakat Baduy Masih Terkendala

  • 27 Agt 2025 13:05 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Pelaksanatugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Endang Komarudin mengakui pihaknya masih menemui sejumlah kendala di lapangan dalam pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG), khususnya dalam memberikan layanan kepada masyarakat adat Baduy di Kecamatan Leuwidamar.

Persyaratan pendaftaran menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau KTP dinilai sulit dipenuhi oleh sebagian besar masyarakat Baduy, terutama Baduy Dalam, yang tidak memiliki dokumen kependudukan.

“Banyak masyarakat Baduy, khususnya Baduy Dalam, yang tidak memiliki KTP dan sebagian besar memiliki nama yang sama. Hal ini membuat pelayanan baru bisa terlaksana secara optimal pada masyarakat Baduy Luar,” katanya, Rabu (27/8/2025).

Selain itu, kata Endang, masih banyak warga yang merasa sehat sehingga enggan memanfaatkan layanan ini. Padahal, menurutnya, pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk pencegahan.

“Kami menghimbau agar masyarakat tidak menunggu sakit dulu. Cukup bawa KTP dan datang ke puskesmas atau pusat pelayanan kesehatan terdekat. Jangan ragu untuk memanfaatkan program ini karena semua layanan diberikan secara gratis,” ujarnya.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melayani sedikitnya 53 ribu warga hingga pertengahan Agustus 2025. Program yang mulai berjalan sejak Februari 2025 ini menyasar masyarakat umum maupun pelajar di seluruh wilayah Lebak.

Endang Komarudin menambahkan layanan CKG dilaksanakan di seluruh puskesmas, sekolah-sekolah, serta pada berbagai kegiatan kemasyarakatan. Program ini juga menggandeng lembaga dan organisasi kemasyarakatan, termasuk Tim Penggerak PKK Kabupaten Lebak.

“Program ini merupakan wujud kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Dengan adanya CKG, masyarakat bisa melakukan deteksi dini penyakit akut maupun penyakit tidak menular (PTM), sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih cepat,” ucap Endang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....