Dinkes Kota Tangerang Tingkatkan Pengawasan Peredaran “Chiki Ngebul”
- 06 Jan 2023 21:31 WIB
- Banten
KBRN, Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan dengan memperketat pengawasan dan sosialisasi ke masyarakat terhadap peredaran “Chiki Ngebul” yang mengandung nitrogen cair.
Hal ini seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) atas peredaran produk makan tersebut, setelah dilaporkan adanya kasus beberapa anak SD di Tasikmalaya, Jawa Barat Tasikmalaya yang keracunan pasca mengonsumsi chiki tersebut.
Baca juga:
Mudahkan Layanan Kesehatan di Baduy, Dompet Dhuafa Terjunkan Bidan Untuk Negeri
“Pada dasarnya chiki ngebul atau makanan apa pun, masyarakat Kota Tangerang harus lebih meningkatkan kewaspadaan dengan semua jajanan di luar. Jangan tergiur warna atau tampilan semata,” ungkap Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, Jumat (6/1/2023).
Dia menerangkan, Dinkes telah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan di Kota Tangerang, untuk meningkatkan pengawasan. Serta segera melakukan respons cepat, jika temui kasus serupa.
“Telah disosialisasikan secara luas, jika ditemukan kasus keracunan pangan akibat konsumsi jajanan chiki ngebul, untuk melapor ke kontak yang disediakan Kemenkes ke kontak Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan di pelayanankesehatan.rujukanlain@gmail.com atau nomor 0882-1599-2763,” ucapnya.
Baca juga:
Warga Tangerang Diingatkan Waspadai Pohon Tumbang
Dia mengatakan, dampak mengonsumsi nitrogen cair lewat chiki ngebul atau ice smoke bisa menyebabkan cold burn atau frostbite. Bahkan beberapa kasus ekstrem mengatakan ice smoke bisa menyebabkan kerusakan internal pada organ. Cold burn atau luka bakar dingin merupakan kerusakan lokal pada kulit dan jaringan lainnya akibat pembekuan.
“Luka bakar dingin ini dapat terjadi melalui sejumlah faktor, seperti paparan dingin yang berkepanjangan. Adapun risiko bahaya nitrogen cair apabila bersentuhan dengan tubuh, yaitu bisa menyebabkan kerusakan termal yang parah pada kulit, mata, maupun organ. Namun, tingkat keparahan cedera tergantung pada durasi dan area kontak,” paparnya.
Baca juga:
Pertumbuhan Penduduk Pandeglang Meningkat, Ini Bahayanya
Maka dari itu, dia juga mengingatkan orang tua perlu meningkatkan kepedulian terhadap apa saja yang dikonsumsi sang anak di luar rumah. Mengedukasi anak-anak untuk jajan-jajanan yang sehat, diolah dengan benar dan higienis.
“Lebih baik lagi, orang tua untuk lebih rajin mengolah makanan atau minuman sendiri di rumah untuk anak-anak. Sehingga, apa yang dikonsumsi sang anak lebih pasti secara kebersihan dan kandungannya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....