Kementan Salurkan 3.600 Dosis Vaksin PMK ke Pandeglang
- 22 Jan 2025 15:06 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Kementerian Pertanian (Kementan) mendistribusikan sebanyak 3.600 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) bagi Kabupaten Pandeglang. Ribuan dosis vaksin ini merupakan tahap pertama. Karena rencananya, Kementan akan kembali menyalurkan 7.200 dosis beberapa bulan ke depan.
Kepala Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Pandeglang, Ade Setiawan menuturkan, pemberian vaksin ini menjadi salah satu upaya pemerintah mencegah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.
“Vaksinasi massal rencananya nanti akan dimulai pada Februari, kita akan dikirim 3.600 dosis vaksin PMK. Sampai berikutnya berjumlah 7.200 dosis vaksin PMK,” katanya, Rabu (22/1/2025).
Baca juga: Waspada Penyebaran Antraks, DPKP Pandeglang Perketat Lalu Lintas Hewan Ternak
Namun begitu, Ade memastikan saat ini Pandeglang sudah terbebas dari virus PMK. Adapun pemberian ribuan vaksin kali ini, merupakan antisipasi terhadap rencana pemerintah mendatangkan sapi impor untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tahun 2024 sudah tidak ada kasus. Sekarang digencarkan kembali karena ada rencana impor sapi untuk mendukung program pemerintah. Tahun lalu sudah diberikan 1.000 dosis vaksin PMK. Karena Pandeglang sejak 2023 tidak ada lagi kasus PMK. Jadi saat ini Pandeglang sudah bebas PMK,” ujar dia.
Ade menambahkan, upaya lain yang dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK, Puskeswan Pandeglang rutin melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek kesehatan hewan ternak sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
Baca juga: Waspadai Demam dan Kembung pada Hewan Ternak saat Pancaroba
“Kami secara rutin mengunjungi peternak dan mensosialisasikan langkah pencegahan PMK yang bisa diterapkan masyarakat,” ucapnya.
Ade membeberkan, ada tiga langkah utama yang harus dilakukan untuk mencegah PMK. Pertama, menjaga kebersihan kandang. Kedua, memastikan hewan memiliki keterangan kesehatan dari dokter hewan.
“Ketiga yakni melakukan karantina jika ada hewan yang didatangkan dari luar kota atau kabupaten,” kata Ade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....