Pemanasan Global Picu Kerusakan Terumbu Karang
- 31 Jul 2024 18:37 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Pemanasan global yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, disebut memicu kerusakan terumbu karang. Pasalnya, pemanasan global menyebabkan kenaikan suhu air laut sehingga mengakibatkan bleaching karang dan kerusakan terumbu. Suhu laut yang tinggi membuat karang kehilangan warna dan nutrisi, hingga akhirnya mati.
“Yang paling banyak terjadinya kerusakan terumbu karang terkait pemanasan global, kedua terkait ancaman bencana. Kerusakan lainnya disebabkan masih adanya alat tangkat yang tidak ramah lingkungan dan bahan-bahan yang merusak lingkungan,” kata Ketua Forum Pelestari Terumbu Karang (F-PTK) Banten, Nurwarta Wiguna dalam diskusi Ngobrol Pintar Masyarakat Aman dan Tangguh Bencana (Ngopi Mantab di Kawasan Benteng Speelwijk, Banten Lama, Kota Serang, Rabu (31/7/2024).
Baca juga: Sejumlah Faktor Penyebab Turunnya Ekosistem Terumbu Karang
Dia menyebut, saat ini hanya 30 persen terumbu karang di Indonesia dalam keadaan baik. Angka ini menjadi catatat, sebab keberadaan terumbu karang sangat penting untuk menjaga ekosistem biota bawah laut.
“Data terakhir yang disampaikan pemerintah dalam hal ini adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Loka PSPL Serang yang berada Labuan, bahwa untuk kondisi terumbu karang secara nasional 70 persen itu statusnya kurang baik. Maka bisa kita simpulkan bahwa kondisi di Banten bagian dari itu,” ucapnya.
Oleh karena itu, perlindungan terhadap terumbu karang perlu sejalan dengan upaya global mengurangi pemanasan dan perubahan iklim.
Baca juga: Sadar Pentingnya Terumbu Karang, Mahasiswa Siap Tebar Semangat GRTK
“Kita harap dari hasil Ngopi Mantab ini, akan menjadi program dimasing-masing institusi atau Lembaga pemerintah kedepannya lebih masif lagi. Jadi terumbu karang tidak hanya menjadi objek wisata lihat atau dinikmati saja. Justru transplantasi terumbu karangnya lebih dimasifkan lagi,” kata Nurwarta.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Meteorologi Maritim Kelas I Merak, Tatang membenarkan bahwa perubahan iklim, menjadi salah satu pemicu rusaknya terumbu karang.
“Dari beberapa literatur memang suhu muka laut sangat berpengaruh terhadap kondisi tumbuh normal terumbu karang itu sendiri. Ketika suhu muka laut di tempat tumbuh terumbu karang itu terlalu tinggi, dapat terjadi pemutihan sehingga alga tidak tumbuh menempel pada terumbu karang. Ini juga mengganggu komunitas ikan yang biasa berkumpul disitu,” ujarnya.
Baca juga: Dukung Pelestarian Biota Laut, Pertamina Kembali Rehabilitasi Terumbu Karang di Carita
Tatang menambahkan, untuk mengatasi persoalan ini, masyarakat diimbau lebih bijak terhadap perubahan iklim yang terjadi. Salah satunya dengan mengurangi emisi karbon.
“Tentunya untuk masyarakat, untuk lebih bijak terkait dengan kondisi perubahan iklim yang ada. Walaupun tidak bisa dirasakan sekarang, tapi kemungkinan anak cucu kita akan merasakan dampaknya. Dan sekarang mungkin kita termasuk yang mendapatkan perubahan iklim dari sekian puluh tahun ke belakang,” kata Tatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....