Dukung Pelestarian Biota Laut, Pertamina Kembali Rehabilitasi Terumbu Karang di Carita
- 16 Nov 2022 15:30 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Rehabilitasi terumbu karang di kawasan Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang terus dilakukan. PT. Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Tanjung Gerem bekerjasama dengan Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame, Kecamatan Carita, kembali melakukan rehabilitasi terumbu karang, di Pantai Ketapang, Rabu (16/11/2022).
Kali ini rehabilitasi itu dilakukan dengan sistem fish apartement dan keramba wisata melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT. Pertamina Patra sebesar Rp117 juta.
Baca juga: Pemkab Pandeglang Siapkan Anggaran Rp6,2 Miliar untuk Kendalikan Inflasi
Feul Terminal Manager Tanjung Gerem PT Pertamina Patra Niaga, Eri Wibowo mengatakan, pihaknya mendukung rehabilitasi terumbu karang bersama Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame. Sebelumnya program TJSL itu digulirkan dalam berbagai bentuk budidaya anemon dan bantuan perahu.
"Pertamina senantiasa mendukung upaya pelestarian alam bawah Iaut dengan mendukung keberlangsungan hidup biota Iaut dan ikan-ikan agar tetap terjaga dan memiliki ekosistem yang baik," katanya.
Menurutnya, selain mengusahakan agar program berjalan dengan baik, Pertamina Terminal Tanjung Gerem juga mengupayakan agar konservasi alam bawah laut Desa Sukarame dikenal oleh kalangan eksternal dan mendapat feedback terhadap pelaksanaan konservasi yang sudah dilaksanakan.
Baca juga: Peredaran Narkoba di Pandeglang Sasar Pelajar
"Kami juga turut membantu kegiatan konservasi terumbu karang untuk rumah ikan, sehingga kedepannya biota laut terlestarikan. Tapi ada juga manfaat tambahan seperti meningkatkan daya pariwisata," terang dia.
Eri menyebut, sejak program TJSL ini digulirkan, sudah terbentuk paket wisata yang terdiri atas snorkeling, diving, gathering, serta tersedia juga camping ground dan tracking. Menurutnya, bila dikelola lebih baik lagi, dengan keterlibatan semua pihak, diyakini akan membawa manfaat untuk alam dan masyarakat sekitar.
"Penambahan kegiatan ditahun 2022 yang turut kami dukung dalam peningkatan ekonomi dan pariwisata di dalam program ini adalah pengadaan keramba apung dan penurunan fish apartement yang terbuat dari beton sebanyak 4 buah dan dari besi 4 buah," ujarnya.
Baca juga: Dua Sektor yang Akan Diperkuat Pandeglang Hadapi Ancaman Resesi Global
"Harapannya dari program rehabilitasi terumbu karang dan pembuatan fish apartement ini sebagai kegiatan wisata dapat memulihkan sumberdaya ikan dan peningkatan ekonomi bagi nelayan serta masyarakat sekitar," tutupnya.
Ketua Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame, Arip menuturkan, pemberian bantuan dari perusahaan plat merah itu, memasuki tahun ketiga. Sebelumnya ada smart terumbu karang, budidaya anemon, dan bantuan perahu.
"Sekarang kita ada rehabilitasi terumbu karang dengan fish apartement. Sama-sama semuanya tentang rehabilitasi terumbu karang. Pemanfaatannya pun sama, karena kita memang kelompok untuk rehabilitasi terumbu karang. Sistemnya saja yang berbeda," ucapnya.
Baca juga: Dinas LH Kota Serang Diminta Perketat Perijinan Lingkungan
Pemanfataan dari program ini, bukan hanya kelompok yang menerima manfaat, tapi juga semua elemen masyarakat termasuk yang terlibat dalam dunia usaha pariwisata.
"Sehingga pemanfaatan dan kesejahteraan bukan hanya untuk kelompok, tapi untuk masyarakat yang lain," bebernya.
Adapun bantuan sebesar Rp117 juta, akan dimanfaatkan oleh Kelompok Konservasi Alam Bawah Laut Sukarame untuk pengembangan fish apartement dan wisata keramba.
"Dengan adanya fish apartement ini akan mengundang penyelam yang suka bermain dalam air. Karena memang dengan terumbu karang yang ada, biasanya hanya bisa foto dipermukaan. Tapi dengan fish apartement ini, penyelam dan wisatawan bisa foto bersama dengan ikan-ikan," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....