Ketenangan Penyiar Jadi Kunci Hadapi Gangguan Teknis
- 13 Sep 2026 06:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Siaran radio yang terdengar sederhana bagi pendengar ternyata membutuhkan berbagai persiapan di balik layar. Mulai dari riset informasi, penyusunan program, pemilihan topik, hingga koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas siaran.
Penyiar Radio Kampus Tirta FM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Raffi Ahmad Ramadhan, Ia mengatakan, menjadi penyiar tidak hanya berbicara di depan mikrofon, tetapi juga menuntut kemampuan menggali informasi. Hal tersebut diperlukan untuk menyiapkan dan menyampaikan informasi kepada pendengar.
“Pas menjalani sebagai penyiar pastinya selain dapat program misalkan yang mengharuskan kita nyari informasi, kita ini baru tahu nih kayak gini,” katanya dalam program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Sabtu, 12 September 2026..
Menurut Raffi, proses mencari informasi memberikan pengetahuan baru bagi penyiar. Informasi yang diperoleh dari proses riset kemudian dapat dikembangkan menjadi bahan obrolan yang menarik dan bermanfaat bagi pendengar.
Sementara itu, Program Director Radio Kampus Tirta FM, Syaqila Revalina menjelaskan bahwa pekerjaan di balik program siaran juga berkaitan dengan pengembangan materi. Tirta FM memiliki sejumlah program yang masing-masing membutuhkan pembahasan dan sudut pandang berbeda.
“Kalau di Tirta FM sendiri Program Director itu kayak memastikan program berjalan dengan baik. Dan juga paling seringnya itu kita sering ditanya tentang topik program. Kan ada 16 program di Tirta FM,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengelola program harus memastikan topik yang dibahas sesuai dengan kebutuhan pendengar. Koordinasi juga dilakukan ketika terdapat ide baru agar materi tidak berulang dan tetap menarik.
Tidak hanya persiapan materi, tantangan teknis juga menjadi bagian dari kehidupan penyiar. Gangguan seperti listrik padam dapat terjadi sewaktu-waktu dan menuntut penyiar tetap tenang agar kondisi tersebut tidak mengganggu pendengar.
“Yang penting kita sebisa mungkin kelihatan ke pendengar kalau kita tuh jangan panik. Jangan nunjukin kalau ada kesalahan teknis segala macam,” ucap Raffi.
Menurutnya, keberadaan partner siaran juga membantu menghadapi situasi tidak terduga. Komunikasi antarpembawa acara diperlukan agar siaran tetap berjalan meskipun terdapat kendala.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa radio bukan sekadar suara, musik, dan informasi yang didengar pendengar. Di baliknya terdapat kerja tim, riset, kreativitas, serta kesiapan teknis untuk memastikan siaran tetap berjalan dengan baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....