Mahasiswa Untirta Ubah CO₂ Menjadi Metanol lewat Simulasi

  • 15 Agt 2026 12:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Tiga mahasiswa Teknik Kimia Universitas Sultan Ageng Tirtayasa atau Untirta mengembangkan rancangan pemanfaatan karbon dioksida atau CO₂ menjadi metanol melalui simulasi proses kimia. Inovasi tersebut dituangkan dalam paper dan dipresentasikan pada ajang International Plant Design Chemical Engineering Competition hingga mengantarkan tim Untirta meraih posisi 2nd Winner.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Harlan Agustiawan, Sayyidina Nur A'kaasyah, dan Ferdy Septiana Hidayat. Dalam kompetisi yang berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, mereka mengangkat gagasan pengolahan CO₂ dari gas alam sebagai bahan baku untuk menghasilkan metanol.

Sayyid menjelaskan, proses yang dirancang tidak dilakukan dengan memproduksi metanol secara langsung, melainkan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak. Dalam simulasi tersebut, tim merancang tahapan proses, menentukan peralatan yang dibutuhkan, sistem reaksi, hingga aspek keselamatan dan pengendalian proses.

“Kita lebih ke simulasinya, jadi kita pakai software. Di software itu kita desain peralatan yang dibutuhkan, sistem reaksinya, safety, dan juga pengendalian prosesnya,” ujar Sayyid kepada RRI, Kamis, 13 Agustus 2026.

CO₂ yang digunakan dalam rancangan tersebut berasal dari gas alam. Tim memilih sumber tersebut karena kandungan CO₂ yang cukup tinggi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku, sehingga gas yang berpotensi menjadi beban dalam proses pengolahan dapat diubah menjadi produk bernilai tambah.

Dalam proses yang dirancang, CO₂ terlebih dahulu diposisikan sebagai bahan baku yang kemudian melalui rangkaian proses dan reaksi kimia hingga menghasilkan metanol. Tim menilai pendekatan tersebut memiliki nilai inovasi karena memanfaatkan karbon yang sebelumnya berpotensi terlepas sebagai emisi menjadi bagian dari proses produksi.

Harlan Agustiawan menjelaskan, secara prinsip CO₂ dari sumber lain juga berpotensi dimanfaatkan untuk menghasilkan metanol apabila memiliki kemurnian yang sesuai. Namun, CO₂ dari emisi kendaraan bermotor memiliki berbagai campuran gas sehingga diperlukan proses pemisahan untuk memperoleh CO₂ yang dapat digunakan sebagai bahan baku.

Metanol yang dihasilkan memiliki beragam potensi pemanfaatan, termasuk sebagai bahan bakar dan bahan baku industri. Melalui paper dan presentasi dalam kompetisi tersebut, tim Untirta menunjukkan bagaimana rekayasa proses kimia dapat digunakan untuk mengolah CO₂ menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....