AI Mudahkan Pembelajaran, Mahasiswa Diminta Tetap Kritis
- 12 Agt 2026 06:22 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah pola belajar di lingkungan pendidikan. Kemudahan memperoleh informasi kini membuat siswa dan mahasiswa dapat mengakses berbagai sumber pembelajaran secara cepat.
Dosen Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Wulan Nurjanah, mengatakan penggunaan teknologi dan AI dalam pembelajaran tidak perlu dihindari. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengefisiensikan proses belajar, selama penggunaannya tetap disertai sikap kritis.
“Boleh silakan menggunakan AI, tetapi dicermati kembali kemudian diverifikasi lagi dengan sumber-sumber yang lebih valid, misalnya dari jurnal atau artikel yang memang kredibel,” ujar Wulan saat berdialog bersama PRO 1 RRI Banten, Selasa, 11 Agustus 2026.
Wulan menjelaskan, AI dapat membantu mahasiswa dalam berbagai aktivitas akademik, mulai dari mencari materi pembelajaran hingga menyusun bahan presentasi. Namun, mahasiswa tidak dianjurkan menyalin begitu saja jawaban yang dihasilkan AI tanpa melakukan pemeriksaan dan pengolahan kembali.
Menurutnya, kebiasaan mencari jawaban secara instan berpotensi membuat peserta didik kehilangan proses berpikir dalam memahami sebuah materi. Karena itu, penggunaan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan berpikir dan proses belajar peserta didik.
Selain AI, perkembangan teknologi digital juga memberikan kemudahan melalui berbagai platform pembelajaran. Penggunaan Learning Management System (LMS), konferensi video, hingga aplikasi komunikasi memungkinkan proses pembelajaran tetap berjalan, termasuk ketika pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan seperti saat pandemi Covid-19.
Wulan berharap peserta didik mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya berjalan seiring dengan peningkatan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta kemampuan memverifikasi informasi agar teknologi benar-benar memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
“Ketika ada informasi atau data yang masuk, jangan langsung ditelan mentah-mentah. Silakan diverifikasi kembali, divalidasi kembali apakah memang itu betul,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....