Praktisi: Mendidik Anak Tak Cukup Modal Sayang, Orang Tua Butuh Ilmu
- 03 Agt 2026 08:23 WIB
- Banten
Poin Utama
- Kasih sayang saja tidak cukup untuk membesarkan anak; orang tua harus memiliki ilmu pengasuhan yang tepat.
- Ilmu parenting diperlukan agar orang tua dapat mendampingi tumbuh kembang anak sesuai dengan tahapan usianya.
- Praktisi Parenting Fitri Husaibatul Khairat HS menyampaikan pesan ini dalam program IDOLA RRI Pro 1 Banten pada Minggu, 2 Agustus 2026.
RRI.CO.ID, Serang – Kasih sayang saja ternyata tidak cukup untuk membesarkan anak. Orang tua juga harus membekali diri dengan ilmu pengasuhan (parenting) agar bisa mendampingi tumbuh kembang anak sesuai tahapan usianya.
Hal itu ditekankan Praktisi Parenting dan Pendidikan, Fitri Husaibatul Khairat HS, saat mengisi program IDOLA di RRI Pro 1 Banten, Minggu, 2 Agustus 2026.
| Baca juga: Orang Tua Diminta Melek Digital Parenting |
Menurut Fitri, parenting adalah proses memahami kebutuhan fisik, emosional, hingga mental anak. Dengan ilmu yang tepat, pola asuh tidak lagi berpatokan pada luapan emosi sesaat atau sekadar meniru cara orang tua zaman dulu.
"Ilmu parenting itu bukan cuma soal mencintai dan memberi kasih sayang. Ada banyak ilmu di dalamnya, termasuk memahami perkembangan anak supaya pengasuhan tidak cuma berdasarkan emosi," ujar Fitri.
Ia mengingatkan bahwa setiap anak punya karakter dan jenis kecerdasan yang berbeda. Karena itu, orang tua diminta berhenti membanding-bandingkan anak, termasuk antar-saudara kandung.
Fitri menegaskan, tak ada rumus pola asuh tunggal yang paling benar untuk semua keluarga. Kuncinya ada pada kemauan orang tua untuk terus belajar dan beradaptasi.
"Anak itu tidak menuntut orang tua yang sempurna, tapi orang tua yang mau belajar. Ilmu parenting ini bukan cuma buat ibu, tapi juga ayah, kakek, nenek, dan semua keluarga yang ikut mengasuh," ujarnya.
Di era digital seperti sekarang, tantangan pengasuhan makin kompleks—mulai dari urusan kecanduan gadget hingga minimnya interaksi sosial. Untuk menyikapinya, orang tua dituntut bisa memberi batasan tegas tanpa harus mengabaikan perasaan anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....