Muharam Jadi Momentum Evaluasi dan Perbaikan Diri

  • 16 Jun 2026 07:31 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri dan mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir. Hal tersebut disampaikan Sekretaris MUI Provinsi Banten sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Primagraha, Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurut Deni, pergantian tahun Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai perubahan angka dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menilai kualitas amal dan perilaku yang telah dilakukan selama setahun terakhir. Muharam merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga menjadi waktu yang tepat untuk bermuhasabah.

Ia menjelaskan, terdapat tiga golongan manusia dalam memaknai perjalanan waktu. Pertama, golongan yang celaka karena amal dan perilakunya lebih buruk dibanding tahun sebelumnya. Kedua, golongan yang rugi karena tidak mengalami peningkatan atau stagnan. Ketiga, golongan yang beruntung karena mampu meningkatkan kualitas ibadah dan amal kebaikan.

"Orang yang beruntung itu orang yang amalnya, perilakunya, dan agenda kehidupannya lebih baik daripada tahun sebelumnya. Salatnya semakin rajin, kepedulian sosialnya meningkat, serta amal salehnya bertambah,” ujarnya.

Ia menekankan inti dari introspeksi diri adalah memperbaiki hati sebagai pusat pengendali seluruh perilaku manusia. Menurutnya, hati yang bersih akan melahirkan perbuatan yang baik, sedangkan hati yang kotor akan mendorong seseorang pada berbagai keburukan.

Karena itu, Muharam harus dijadikan titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Momentum tahun baru Islam diharapkan mampu membangkitkan semangat umat untuk meningkatkan ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta meninggalkan kebiasaan yang tidak bermanfaat.

“Mari jadikan momentum 1448 Hijriah ini sebagai momentum untuk introspeksi diri, evaluasi diri, dan bermuhasabah dalam rangka membersihkan hati serta mensucikan jiwa,” ujarnya.

Melalui refleksi diri yang dilakukan secara konsisten, umat Islam diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan termasuk golongan orang-orang yang beruntung di hadapan Allah SWT.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....