IDRI Banten Fokus Riset dan PKM Internasional
- 14 Feb 2026 10:21 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - International Community Service (PKM Internasional) yang digelar IDRI Banten di Malaysia dan Singapura pada 9–12 Februari 2026 diarahkan pada tiga fokus utama, yakni kolaborasi riset, pengabdian masyarakat berbasis penelitian, serta penguatan publikasi ilmiah internasional.
Ketua IDRI Banten, Ahmad Rozi, mengatakan kegiatan tersebut disusun dengan target luaran yang terukur. “Kami tidak ingin berhenti pada diskusi. Harus ada draft riset bersama, kesepakatan penulisan artikel kolaboratif, dan rencana pengabdian lintas negara yang bisa dijalankan tahun ini,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menambahkan, kerja sama ini juga membuka ruang pertukaran dosen dan mahasiswa untuk mendukung pelaksanaan program bersama.
| Baca juga: Salat Jadi Kunci Utama Perilaku Sehari-hari |
Pada aspek riset, delegasi melakukan pembahasan teknis dengan Management & Science University dan SEGi University terkait penyusunan proposal penelitian kolaboratif. Topik yang dibahas mencakup transformasi digital pendidikan, kewirausahaan berbasis kampus, kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi lokal. Skema kerja sama meliputi riset lintas negara, publikasi bersama pada jurnal internasional, hingga penjajakan akses pendanaan riset.
Ahmad Rozi menjelaskan, pembagian peran antarperguruan tinggi sudah mulai dipetakan. “Setiap kampus memiliki keunggulan masing-masing. Itu yang kami padukan agar risetnya saling melengkapi dan hasilnya bisa diterapkan di masyarakat,” katanya.
Fokus kedua adalah pengabdian masyarakat. Program dirancang berbasis kebutuhan lapangan dengan pendekatan riset terapan. Dosen dari kedua negara mendiskusikan model pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi digital, serta pendampingan pendidikan komunitas. Program ini direncanakan melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi lapangan.
“Pengabdian tidak boleh lepas dari data. Riset menjadi dasar agar program yang dijalankan tepat sasaran dan bisa dievaluasi dampaknya,” ujar Ahmad Rozi.
Di bidang publikasi, delegasi membahas peningkatan kualitas artikel ilmiah agar memenuhi standar jurnal bereputasi global, termasuk penguatan metodologi penelitian dan tata kelola penulisan. Kunjungan ke Karangkraf dimanfaatkan untuk mempelajari manajemen penerbitan dan distribusi konten edukatif.
“Diseminasi hasil riset harus diperluas. Kami melihat peluang kerja sama publikasi dan penguatan literasi akademik agar penelitian dosen lebih mudah diakses publik,” ucapnya.
Rangkaian kegiatan tersebut menghasilkan rencana tindak lanjut berupa penyusunan nota kesepahaman, pembentukan tim riset bersama, serta agenda pengabdian lintas negara yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....