Siswa CMBBS Bidik Implementasi Biodiesel ke Mesin
- 20 Apr 2026 16:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Tim siswa SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional setelah meraih medali emas dalam ajang Youth International Science Fair (YISF) 2026 yang digelar di Yogyakarta pada 6–9 April 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui penelitian berjudul “Potential of Waste Cooking Oil and Kaempferia galanga L. Essential Oil: ASTM D4052/445 Assay for Enhanced B50 Biodiesel Formulation”. Riset ini mengangkat pemanfaatan minyak jelantah dan minyak atsiri kencur sebagai bahan baku inovatif dalam pengembangan biodiesel ramah lingkungan.
Tim peneliti yang tergabung dalam INTELECTA ini, terdiri atas Rayno Fathir Qurniawan, Rakha Arkana Hanania, Rafi Rahmat Diharjo, Virgia Kamaluna Nasrullah, Zahra Putri Nursya'bani, dan Neyla Ghina Husnaini. Keberhasilan ini menjadi bukti kerja keras, dedikasi, serta semangat inovasi para siswa dalam menghadirkan solusi energi terbarukan yang berkelanjutan.
Salah satu anggota tim, Rakha Arkana Hanania mengatakan, saat ini penelitian yang mereka lakukan masih berada pada tahap uji laboratorium, meliputi pengujian viskositas, densitas, hingga uji nyala bahan bakar. Meski demikian, ia optimistis formulasi biodiesel yang dikembangkan memiliki potensi untuk diterapkan lebih luas.
“Kami sudah melakukan beberapa pengujian dasar dan hasilnya cukup baik. Ke depan, kami ingin menguji langsung ke mesin diesel agar bisa melihat performanya secara nyata,” ujar Rakha kepada RRI, Minggu (19/4/2026).
Ia mengakui keterbatasan waktu menjadi salah satu kendala dalam pengembangan riset, sehingga pengujian lanjutan belum dapat dilakukan secara optimal. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat tim untuk terus melanjutkan penelitian.
Sementara anggota tim lainnya, Rayno Fathir Qurniawan menuturkan, timnya membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mengembangkan riset tersebut ke tahap berikutnya. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar inovasi yang telah dihasilkan dapat diuji secara aplikatif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami sangat terbuka jika ada pihak yang ingin bekerja sama untuk mengembangkan dan menguji biodiesel ini lebih lanjut,” kata Rayno.
Dengan capaian ini, tim INTELECTA berharap penelitian mereka tidak hanya berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu menjadi langkah awal dalam pengembangan energi alternatif berbasis limbah yang aplikatif, efisien, dan berkelanjutan di masa depan. Prestasi ini sekaligus diharapkan dapat memotivasi siswa lain untuk terus berkarya dan mengharumkan nama bangsa di kancah internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....