Salat Fondasi Utama Keimanan Muslim

  • 23 Jan 2026 06:25 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Meninggalkan salat dinilai sebagai pelanggaran paling serius dalam ajaran Islam karena menyentuh langsung fondasi keimanan seorang muslim. Hal itu disampaikan oleh Ustaz Zainul Haq dalam tausiyah Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Jumat, 23 Januari 2026 yang mengangkat tema bahaya meninggalkan salat.

Ia menjelaskan, setelah syahadat, kewajiban utama seorang muslim adalah mendirikan salat. Salat bukan sekadar menggugurkan kewajiban, melainkan harus ditegakkan dengan kesadaran, ketepatan waktu, dan kekhusyukan. “Redaksi yang digunakan Nabi adalah mendirikan salat, bukan sekadar salat dan orang yang mendirikan salat dampaknya akan luar biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan, terdapat perbedaan hukum bagi orang yang meninggalkan salat. Jika meninggalkan salat karena mengingkari kewajibannya, maka para ulama sepakat orang tersebut keluar dari Islam. “Barang siapa meninggalkan salat karena pengingkaran, maka ia telah kafir,” ujarnya.

Sementara itu, bagi muslim yang meninggalkan salat karena malas atau lalai, ia tidak dihukumi kafir, tetapi tetap menanggung dosa besar. Bahkan, dalam literatur fikih klasik, meninggalkan salat disebut sebagai pelanggaran berat yang mendapat sanksi keras pada masa pemerintahan Islam.

Menurutnya, salat adalah garis pembeda antara iman dan kekufuran. “Batas antara seorang hamba dengan kekafiran dan kemusyrikan adalah salat,” ucapnya.

Karena itu, umat Islam diminta tidak meremehkan kewajiban salat dalam kondisi apa pun. Ia mengingatkan, salat juga menjadi amalan pertama yang dihisab di akhirat. “Jika salatnya baik, seluruh amalnya akan baik. Jika rusak, maka rusak seluruh amalnya,” ujarnya seraya menambahkan umat Islam pun diimbau menjaga salat sebagai penjaga iman dan keselamatan akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....