Lokasi Pemberangkatan Haji Kota Serang Berubah ke KSB
- 20 Apr 2026 13:38 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang mematangkan persiapan keberangkatan jemaah haji 2026. Hasil rapat lanjutan menetapkan perubahan lokasi pelepasan dari alun-alun Kota Serang ke Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Serang (KSB).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Serang, Umi Sahiyah mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan lanjutan setelah rapat sebelumnya. “Hari ini rapat lanjutan, ada perubahan lokasi pelepasan yang awalnya di alun-alun sekarang dipindahkan ke KSB,” ujarnya, Senin 20 April 2026.
Selain lokasi, terdapat penyesuaian jadwal penerbangan. Kloter pertama asal Kota Serang masuk dalam kloter 8 dengan jadwal keberangkatan pada Rabu, 29 April 2026.
“Untuk kloter 8, Kota Serang, jadwalnya tanggal 29 April. Ada pergeseran waktu sekitar satu jam lebih awal,” katanya.
Jemaah dijadwalkan dilepas sekitar pukul 05.00 WIB dan langsung menuju Asrama Haji Cipondoh sebelum penerbangan. Jumlah jemaah dalam kloter pertama tersebut mencapai 393 orang. Secara keseluruhan, total jemaah asal Kota Serang tahun ini sebanyak 772 orang termasuk petugas, yang terbagi dalam dua kloter.
“Total ada 772 termasuk petugas, dibagi dua kloter. Untuk kloter kedua direncanakan berangkat bulan Mei,” ucapnya.
Umi menyebut jumlah jemaah tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Data keberangkatan sepenuhnya mengikuti sistem dari pusat.
“Data kita dari sistem pusat, kemudian diverifikasi. Ada juga yang tertunda karena belum melunasi, sakit, atau pendampingnya belum bisa berangkat,” katanya.
Tahapan persiapan keberangkatan saat ini telah mencapai sekitar 82 persen. Koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan.
“Persiapan sudah sekitar 82 persen. Tinggal komunikasi dan antisipasi kalau ada perubahan,” ujarnya.
Ia mengingatkan calon jemaah agar menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan tahap akhir di embarkasi menjadi penentu kelayakan terbang.
“Walaupun sudah melunasi dan semua proses selesai, kalau di pemeriksaan tahap tiga hasilnya tidak memenuhi, bisa dinyatakan tidak layak terbang,” katanya.
Jemaah diminta memanfaatkan waktu menjelang keberangkatan untuk menjaga kebugaran. “Dua minggu sebelum berangkat diharapkan istirahat cukup, mulai konsumsi vitamin, jaga tensi, terutama yang punya riwayat penyakit,” ucapnya.
Selain itu, risiko dehidrasi juga perlu diantisipasi mengingat perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi.
“Jangan sampai dehidrasi, karena kondisi tubuh bisa drop. Cuaca di sana berbeda dengan di sini,” katanya.
Umi menambahkan, sejumlah jemaah tahun ini tercatat menunda keberangkatan karena beberapa faktor, di antaranya biaya, kesehatan, dan pendamping.
“Ada yang tertunda, nanti akan dialihkan ke tahun berikutnya sesuai sistem,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....