Tarif Listrik Kembali Normal, Inflasi di Pandeglang Meroket

  • 11 Apr 2025 10:52 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang melaporkan, tingkat inflasi bulan ke bulan atau month to month (m-to-m) pada Maret 2025 sebesar 2,25 persen. Angka ini berbeda dengan kondisi dua bulan sebelumnya masing-masing mengalami deflasi -1,72 persen pada Januari dan -0,37 persen di Februari 2025.

Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto menerangkan, inflasi yang terjadi pada Maret 2025, melebihi periode yang sama tahun sebelumnya. Maret 2024, inflasi bulanan di Pandeglang hanya 0,98 persen.

Baca juga: Diskon Tarif Listrik Picu Deflasi di Pandeglang Selama Dua Bulan

“Kalau kita lihat secara grafik perkembangan month to month, bisa tergambarkan bahkan di dua bulan pertama senantiasa berada di bawah kondisi tahun 2024. Namun menginjak Maret 2025, inflasinya melebihi kondisi di tahun 2024. Sehingga pada Maret 2025, terjadi peningkatan yang signifikan dari inflasi bulan sebelumnya,” ujarnya dalam siaran pers yang dikutip RRI, Jumat (11/4/2025).

Menurutnya, secara umum kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau, memiliki andil inflasi sebesar 1,08 persen. Diikuti kelompok pengeluaran pakaian dan alas kaki yang memberi andil 0,27 persen.

“Untuk pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar inflasinya 12,15 persen dengan andil 0,85 persen. Dari tiga kelompok pengeluaran ini, semuanya menunjukkan peningkatan inflasi yang signifikan,” ucap dia.

Baca juga: Lima Bulan Deflasi, Pertumbuhan Ekonomi Pandeglang Terancam Melambat

“Terutama kelompok perumahan, ini terlihat dari iuran listrik sudah kembali normal. Berbeda dengan Januari dan Februari yang terjadi pengurangan tarif listrik 50 persen,” katanya.

Widijanto menerangkan, komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi bulanan pada Maret 2025, antara lain tarif listrik, bawang merah, makanan ringan, daging ayam ras, udang basah, sigaret kretek mesin, baju anak stelan, baju kaos tanpa kerah, kopi bubuk, dan baju muslim wanita.

“Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi month to month, antara lain jengkol, jeruk, telur ayam ras, kangkung, mi kering instan, apel, salak, kentang, ikan bawal, dan wortel,” ujar Widijanto merinci.

Baca juga: Pandeglang Cetak Inflasi November 2024 Sebesar 1,73 Persen

Sementara untuk inflasi tahunan year on year (y-on-y) Maret 2025 terhadap Maret 2024 di Pandeglang terekam sebesar 0,99 persen. Inflasi tahunan ini, menempatkan Pandeglang sebagai daerah dengan inflasi tertinggi di Provinsi Banten. Sementara Kota Serang, menjadi daerah dengan inflasi terendah dengan 0,25 persen.

“Tingkat inflasi ini menggambarkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,09 pada Maret 2024 menjadi 107,14 pada Maret 2025,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....