Lima Bulan Deflasi, Pertumbuhan Ekonomi Pandeglang Terancam Melambat

  • 09 Okt 2024 18:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pandeglang, Banten, tahun 2024 terancam melambat. Hal ini disebabkan dalam lima bulan terakhir, Pandeglang selalu mengalami deflasi atau penurunan harga secara umum.

Badan Pusat Statistik (BPS) Pandeglang mencatat, deflasi terakhir yang dialami Pandeglang pada bulan September 2024 sebesar 0,37 persen. Deflasi ini adalah kelima kalinya dialami Pandeglang secara berturut-turut.

Berdasarkan data BPS, deflasi pertama diawali bulan Mei dengan tingkat deflasi 1,06 persen, 0,52 persen di Juni, 0,30 persen di bulan Juli, dan Agustus 0,08 persen.

Baca juga: Daya Beli Melemah, Pandeglang Deflasi Lima Bulan Berturut-turut

Kepala BPS Pandeglang, Achmad Widijanto menilai, deflasi atau rendahnya inflasi ini akan memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi tahun 2024.

“Justru dengan inflasi rendah karena pengaruh daya beli, itu akan mengurangi kemampuan atau pertumbuhan ekonominya. Berarti produksi yang dihasilkan berkurang nilai tambahnya, bukan volumenya,” kata dia, Rabu (9/10/2024).

Adapun secara tahunan dari bulan September 2023-September 2024, Indeks Harga Konsumen (IHK) Pandeglang mencatatkan inflasi sebesar 1,32 persen. Angka ini juga lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,72 persen.

Baca juga: Laju Pertumbuhan Ekonomi Pandeglang Tahun 2023 Melambat

Inflasi yang dialami Pandeglang pada bulan lalu, jauh dari standar yang ditetapkan pemerintah, yaitu di angka 2,5 persen. Inflasi yang dianggap terkendali bila rendah tidak di bawah 1,5 persen dan tinggi tidak lebih dari 3,5 persen.

Menurut Widijanto, penyebab anjloknya tingkat inflasi di Pandeglang karena menurunnya daya beli masyarakat. Padahal pasokan komoditas pangan melimpah. Hal ini terlihat dari harga sejumlah bahan pokok yang cenderung stabil.

“Biasanya bulan yang di dalamnya ada kegiatan keagamaan, inflasinya naik. Biasanya yang jual cabai lebih mahal. Justru cabai merah, rawit, telur, dan tomat pada bulan September pada turun,” ucapnya.

Baca juga: Laju Pertumbuhan Ekonomi Pandeglang Tahun 2022 Gagal Capai Target

Analis Kebijakan Ahli Muda, pada Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Pandeglang, Sumarna mengaku tidak khawatir dengan ancaman melemahnya pertumbuhan ekonomi Pandeglang tahun ini. Soalnya dia meyakini, inflasi Pandeglang bulan Oktober akan pulih mendekati normal, seiring dengan ramainya kegiatan peringatan Maulid Nabi di beberapa daerah.

“Untuk di bulan Oktober ini kemungkinan kami prediksi nanti agak naik juga ini inflasi. Karena memang momen peringatan Maulid Nabi cukup memberi pengaruh karena naiknya permintaan demand dari masyarakat meningkat. Karena memang Pandeglang sebagai daerah religi, peringatan PHBI (Peringatan Hari Besar Islam) cukup memberikan dampak terhadap permintaan barang konsumsi,” kata Sumarna.

Dia mengatakan, ada sejumlah langkah yang disiapkan pemerintah daerah untuk mengantisipasi melambatnya pertumbuhan ekonomi di Pandeglang. Salah satunya, dengan menggenjot produktivitas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Pandeglang.

Baca juga: Jengkol dan Kopi Bubuk Penyumbang Inflasi Terbesar di Pandeglang

“Karena memang di Pandeglang daerahnya cenderung daerah pertanian, maka kami akan meningkatkan produktivitas hasil pertanian agar hasilnya bisa dijual ke luar daerah. Uang yang didapatkan nanti bisa dibelanjakan di Pandeglang,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab juga akan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Mereka akan dilatih dan diarahkan menghasilkan produk yang lebih diminati konsumen luar daerah.

“Untuk jangka pendeknya sampai akhir tahun ini, kita lebih ke pemberdayaan UMKM melalui pembinaan-pembinaan terhadap UMKM. Kemudian semacam pelatihan-pelatihan yang kami berikan itu mudah-mudahan dapat meningkatkan kapasitas terhadap pertumbuhan ekonomi sampai dengan akhir tahun,” katanya.

Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Pandeglang hanya sebesar 2,53 persen. Angka itu menurun dibanding dua tahun sebelumnya. Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Pandeglang terekam di angka 3,10 persen. Kemudian naik menjadi 3,47 persen di tahun 2023.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....