Polisi Ungkap Motif Pelaku Pembunuhan Anak di Cilegon
- 05 Jan 2026 12:24 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Motif pelaku pembunuhan anak berusia sembilan tahun di Komplek Bukit Baja Sejahter (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, pada 16 Desember 2025 lalu terkuak. Polisi menyebut, pelaku, HA (31) nekat melakukan aksi keji itu karena terlilit hutang dengan nominal besar.
"Motifnya ekonomi, karena pelaku ini terlilit hutang, yang awalnya pelaku pemain saham Kripto bersama dengan tabungan istri senilai Rp400 juta. Kemudian, berhasil sampai dengan Rp4 miliar rugi atau kalah," ucap Direskrimum Polda Banten, Kombes Pol Dian Setyawan dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin (5/1/2026).
Baca juga: Anak SD di Cilegon Jadi Korban Pembunuhan
Kombes Pol Dian Setyawan menyampaikan, akibat kekalahanya itu, pelaku meminjam dari Bank Mandiri Rp700 juta, Koperasi Rp70 juta dan pinjaman online Rp50 juta. Uang Rp820 juta yang terkumpul itu digunakan kembali untuk bermain Kripto dan ironisnya pelaku kembali kalah.
"Yang mana uang dengan total Rp820 juta ini digunakan kembali untuk main kripto dan kalah kembali. Sedangkan, pelaku memiliki riwayat penyakit kanker stadium tiga. Dapat dibuktikan dari handphone pelaku yang setiap minggu harus melakukan pengobatan di Rumah Sakit S di daerah Semanggi Jakarta," katanya.
Baca juga: Delapan Saksi Diperiksa Kasus Pembunuhan Anak di Cilegon
Akibat perbuatannya, pelaku terancam hukuman seumur hidup atau maksimal penjara 20 tahun. "Ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal penjara 20 tahun," ucap Kombes Pol Dian Setyawan.
Peristiwa pembunuhan itu menimpa seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun berinisial MAHM yang tewas mengenaskan di sebuah rumah mewah di BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Polisi Bekuk Pelaku Pembunuhan Anak di BBS III Cilegon
Kasus pembunuhan itu, pertama kali diketahui ayah korban berinisial HM menerima telepon dari anak keduanya, D, yang terdengar panik dan meminta pertolongan. Mendapat kabar tersebut, HM yang tengah berada di tempat kerja langsung pulang ke rumah.
Setibanya di rumah dan membuka pintu, ayah korban mendapati anaknya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan hebat. HM segera membawa korban ke Rumah Sakit Bethsaida, Kota Cilegon. Namun nahas nyawa anaknya tidak tertolong.