Lapas Rangkasbitung Kembangkan Padi Gogo Mandiri
- 13 Nov 2025 10:14 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung terus berinovasi dalam upaya pembinaan dan pemberdayaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kali ini, Lapas Rangkasbitung menerima bantuan bibit padi gogo dari Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rabu (12/11/2025).
Bantuan tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan peningkatan kemandirian ekonomi WBP. Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan warga binaan yang produktif dan siap kembali ke masyarakat.
Baca juga: Lapas Rangkasbitung Tanam Jagung di Lahan SAE
| Baca juga: WBP Harus Persiapkan Diri untuk Masa Depan |
Kepala Lapas Rangkasbitung, Muarif Khakim menjelaskan, bantuan bibit padi gogo ini akan dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Rangkasbitung. SAE selama ini berfungsi sebagai laboratorium pembinaan kemandirian yang mengintegrasikan pelatihan kerja dan kegiatan produktif bagi WBP.
“Bantuan bibit padi gogo ini sangat bermanfaat bagi kami. Selain mendukung program ketahanan pangan, hal ini juga memperkuat upaya kemandirian warga binaan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berjalan dan memberi dampak positif, baik bagi masyarakat maupun pemasyarakatan,” ujar Muarif Khakim, di Rangkasbitung.
Baca juga: Lapas Rangkasbitung Evaluasi Pelatihan Bagi Warga Binaan
Ia menambahkan, kegiatan pertanian di SAE telah menjadi salah satu model pembinaan unggulan di Lapas Rangkasbitung. WBP tidak hanya dilatih menanam dan merawat tanaman, tetapi juga belajar mengenai manajemen pertanian, panen, hingga pemasaran hasil produksi.
Padi gogo dipilih karena memiliki karakteristik tahan terhadap kondisi lahan kering dan dapat tumbuh tanpa sistem pengairan intensif. Tanaman ini cocok dikembangkan di area SAE yang memiliki keterbatasan sumber air, sekaligus menjadi inovasi baru dalam penerapan pertanian berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
Baca juga: Lapas Rangkasbitung Pasarkan Hasil Pertanian Warga Binaan
Dengan adanya bantuan bibit ini, diharapkan produktivitas pertanian di SAE dapat meningkat. Hasil panen nantinya tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal, tetapi juga berpotensi mendukung program sosial dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi Lapas Rangkasbitung dalam memperluas pembinaan kemandirian berbasis keterampilan praktis. Melalui pelatihan kerja di bidang pertanian, para warga binaan memperoleh bekal pengetahuan yang dapat mereka terapkan setelah selesai menjalani masa pidana.
Baca juga: Produk Warga Binaan Lapas Rangkasbitung Dipasarkan di CFD
“Kami ingin setiap warga binaan memiliki kemampuan nyata yang bisa menjadi modal hidup di luar nanti. Pertanian menjadi salah satu sektor potensial yang bisa membuka peluang kerja dan usaha,” kata Muarif.
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi contoh sinergi lintas sektor antara instansi teknis dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung agenda pembangunan daerah yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kapasitas WBP, kegiatan ini turut berkontribusi pada upaya menjaga ketahanan pangan lokal di Kabupaten Lebak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....