Tip Memotret Makanan agar Menggugah Selera

  • 27 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Foto makanan kini menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kuliner melalui media sosial. Namun, makanan yang terlihat menarik secara langsung belum tentu menghasilkan foto yang menggugah selera.

Karena itu, teknik memotret perlu diperhatikan agar warna, tekstur, dan bentuk makanan tetap terlihat menarik. Fotografi makanan tidak selalu membutuhkan kamera profesional karena ponsel juga dapat menghasilkan foto berkualitas dengan teknik yang tepat.

Fotografer asal Kota Serang, Kevin Herlambang mengatakan, pencahayaan menjadi salah satu unsur penting dalam menghasilkan foto makanan yang menarik. Menurutnya, cahaya alami dari samping atau belakang dapat membantu menonjolkan tekstur serta warna makanan. “Gunakan cahaya alami dari samping atau belakang makanan agar tekstur dan warna lebih hidup,” ujar Kevin pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain pencahayaan, penataan makanan juga perlu diperhatikan sebelum kamera diarahkan pada objek. Piring polos, serbet, alat makan, atau bahan makanan dapat digunakan sebagai pelengkap selama tidak mengalihkan perhatian dari hidangan utama.

Komposisi sederhana justru dapat membuat makanan menjadi pusat perhatian dalam foto. Hindari memasukkan terlalu banyak properti karena latar yang ramai dapat membuat tampilan makanan terlihat kurang fokus.

Sudut pengambilan gambar juga perlu disesuaikan dengan karakter makanan yang akan dipotret. Foto dari atas cocok untuk makanan dengan susunan yang menarik, sedangkan sudut lebih rendah dapat digunakan untuk hidangan yang memiliki bentuk atau lapisan.

Kevin menyarankan fotografer tidak terpaku pada satu sudut ketika mengambil gambar makanan. “Sesuaikan sudut foto dengan karakter makanannya, bisa menggunakan sudut 45 derajat, jangan asal jepret,” katanya.

Pengguna ponsel juga dapat memanfaatkan fitur grid untuk membantu mengatur komposisi foto. Fitur tersebut dapat membantu menempatkan objek sesuai prinsip rule of thirds sekaligus menjaga posisi makanan tetap proporsional.

Selain itu, pastikan lensa kamera dalam kondisi bersih sebelum mulai memotret. Lensa yang terkena sidik jari atau kotoran dapat membuat foto terlihat berkabut dan mengurangi ketajaman detail makanan.

Penggunaan lampu kilat bawaan ponsel juga sebaiknya dihindari jika masih tersedia sumber cahaya lain. Cahaya flash yang terlalu keras dapat menghasilkan bayangan tajam dan membuat warna makanan terlihat kurang alami.

Jika memotret di dalam ruangan, makanan dapat didekatkan dengan jendela untuk memperoleh cahaya alami yang lebih lembut. Namun, hindari paparan sinar matahari langsung karena dapat menghasilkan bayangan terlalu keras pada makanan.

Setelah foto diperoleh, proses penyuntingan dapat dilakukan secara sederhana untuk memperbaiki pencahayaan dan warna. Pengeditan sebaiknya tetap mempertahankan tampilan makanan agar hasil foto tidak terlihat terlalu berbeda dari kondisi aslinya.

Memotret makanan bukan sekadar membuat hidangan terlihat cantik di dalam bingkai. Dengan pencahayaan, komposisi, dan pemilihan sudut yang tepat, sebuah foto dapat menghadirkan gambaran rasa, tekstur, serta suasana dari makanan yang ditampilkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....