Mengenal Golden Hour, Waktu Emas Fotografi
- 26 Agt 2026 15:38 WIB
- Banten
Poin Utama
- Golden hour adalah periode singkat setelah matahari terbit atau sebelum matahari terbenam ketika cahaya matahari menghasilkan nuansa hangat dan lembut dalam fotografi.
- Pada golden hour, posisi matahari yang lebih rendah membuat cahaya tidak terlalu keras dan menghasilkan bayangan yang lebih lembut, membuat suasana foto terlihat lebih hidup.
- Fotografi golden hour menghasilkan cahaya yang hangat dan nuansa khas yang membedakannya dari pengambilan foto pada waktu-waktu lain dalam sehari.
RRI.CO.ID, Serang - Pernah melihat foto dengan cahaya hangat yang membuat suasana terlihat lebih hidup? Bisa jadi foto tersebut diambil saat golden hour, waktu ketika cahaya matahari terasa lebih lembut dan menghasilkan nuansa khas dalam sebuah foto.
Golden hour merupakan periode singkat setelah matahari terbit atau sebelum matahari terbenam. Pada waktu ini, posisi matahari yang lebih rendah membuat cahaya tidak terlalu keras sehingga bayangan yang muncul cenderung lebih lembut.
Bagi fotografer, kondisi tersebut menjadi salah satu momen yang menarik untuk menghasilkan foto dengan karakter visual yang berbeda. Cahaya keemasan juga dapat memberikan kesan hangat pada objek, baik ketika memotret manusia, pemandangan, maupun aktivitas sehari-hari.
Fotografer asal Banten, Rizky Pratama, mengatakan golden hour menjadi salah satu waktu yang sering dipilih karena karakter cahayanya lebih mudah menghasilkan foto yang menarik. “Golden hour itu menarik karena cahayanya lebih lembut dan hangat. Kita tidak perlu terlalu banyak mengatur pencahayaan untuk mendapatkan suasana yang bagus,” ujar Rizky kepada RRI pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurutnya, waktu pengambilan foto juga perlu disesuaikan dengan objek yang ingin diabadikan. Fotografer dapat memanfaatkan arah datangnya cahaya untuk menciptakan dimensi, siluet, maupun efek cahaya pada objek.
Selain memperhatikan waktu, fotografer juga perlu memperhatikan posisi matahari. Mengubah sudut pengambilan gambar beberapa langkah saja dapat menghasilkan karakter foto yang berbeda.
“Jangan hanya terpaku pada objeknya. Coba perhatikan dari mana arah cahayanya datang, lalu cari posisi yang paling pas. Kadang hasil terbaik justru muncul ketika kita berpindah sedikit dari posisi awal,” kata Rizky.
Meski identik dengan penggunaan kamera profesional, golden hour juga dapat dimanfaatkan oleh pengguna kamera ponsel. Dengan memahami arah cahaya dan komposisi, foto sederhana pun dapat terlihat lebih menarik.
Rizky menilai kemampuan membaca cahaya justru lebih penting daripada sekadar menggunakan perangkat fotografi dengan spesifikasi tinggi. Menurutnya, kamera hanyalah alat untuk membantu fotografer menerjemahkan apa yang ingin disampaikan melalui sebuah gambar.
“Yang paling penting bukan kameranya, tetapi bagaimana kita melihat cahaya dan menentukan momen. Kamera bagus akan membantu, tetapi kemampuan melihat tetap harus dilatih,” tuturnya.
Karena durasinya relatif singkat, golden hour juga membutuhkan persiapan. Fotografer sebaiknya sudah menentukan lokasi, objek, dan komposisi sebelum cahaya terbaik muncul.
Pada akhirnya, golden hour bukan sekadar soal mendapatkan warna keemasan dalam sebuah foto. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi kesempatan bagi fotografer untuk memanfaatkan cahaya alami dan mengubah suasana sederhana menjadi sebuah gambar yang memiliki cerita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....