Swara Jalawara Hawara, Pertunjukan Musik dari Tradisi Huma
- 18 Jan 2023 13:32 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Musisi muda asal Pandeglang yang menekuni musik etnik, Rizal Mahfud, menginisiasi sebuah pertunjukkan bertajuk Swara Jalawara Hawara: Suara Untuk Padi, yang membawa kekayaan warisan tradisi ngahuma.
Ngahuma adalah suatu sistem atau pola pertanian yang mengubah hutan alam menjadi hutan garapan dengan tujuan untuk menghasilkan pangan terutama padi.
Tradisi ini dulunya tumbuh subur di Cibaliung, Pandeglang yang menjadi wilayah dengan lahan huma terluas se-Provinsi Banten. Tetapi, jumlah lahan dan petani huma di sana semakin berkurang, warisan tradisi yang hidup di masyarakatnya pun perlahan menghilang.
Baca juga:
Feeze Telurkan Maxi Single, Tetap Kental dengan Unsur Indie Rock
Kepada RRI, Rizal menceritakan, Swara Jalawara Hawara merupakan ruang nostalgia sekaligus refleksi tentang kisah dan suara Huma. Baginya, kisah tentang ligar Huma di Pandeglang Selatan tidak seharusnya dilupakan, meski lesung telah tergantikan oleh penggilingan padi, tapi bunyinya masih ada dan bergema.
“Hal ini tentu saja berakibat pada pewarisan tradisi huma yang semakin tidak dikenal oleh generasi muda. Kekhawatiran kami akan hal tersebut, memunculkan inisiatif untuk menghadirkan kembali ekspresi budaya yang lahir dari warisan tradisi huma,” katanya, Rabu (18/1/2023).
Melalui seni pertunjukan kreatif inovatif, kolaborasi seni lintas disiplin sebagai bentuk pelestarian kebudayaan, dia bersama sejumlah kolaborator mencoba merawat ingatan-ingatan tentang riuhnya Huma oleh bunyi-bunyi yang kadang ritmis, kadang aritmis.
“Sebagai pertunjukan lintas disiplin seni, konser musik Swara Jalawara Hawara berkolaborasi dengan seni rupa dalam bentuk instalasi seni bambu yang digunakan sebagai panggung utama konser. Kemudian, ada juga kolaborasi seni tari, pantomim, dan monolog dalam merespon rangsang bunyi yang akan dibawakan para seniman muda Banten,” terangnya.
Baca juga:
Draf Raperda Kebudayaan Pandeglang Dikritik, Finalisasi Batal Disahkan
Dia melanjutkan, Swara Jalawara Hawara adalah suara-suara dari kerinduan generasi muda akan warisan tradisi Huma. Sebuah ekspresi budaya yang mempertemukan instrumen musik yang hadir dari semesta Huma di Banten Selatan dengan musik-musik dunia.
“Karya ini merupakan sebuah upaya untuk membawa kekayaan tradisi Huma dari masa lalu ke masa kini yang menjembatani antar generasi. Sekaligus sebagai sebuah pengingat akan pentingnya melestarikan warisan budaya kita,” ucap dia.
Swara Jalawara Hawara: Suara Untuk Padi akan dilangsungkan pada 21 Januari 2023 di Kantor Urusan Berkarya, Boeatan Tjibalioeng, yang berada di Kampung Namprak, Desa Mendung, Kecamatan Cibaliung, Pandeglang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....