Gebar Sasmita Tampilkan Puluhan Karya Ekspresionisnya dalam “Perjalanan Panjang”
- 28 Jun 2023 12:01 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Ruang Publik Berkreasi yang berkolaborasi dengan Telusur Kultur gagasan Pandeglang Creative Hub, menggelar pameran tunggal bertajuk “Perjalanan Panjang”, yang menampilkan lebih dari 50 karya rupa, termasuk lukisan dan patung, dari maestro seniman rupa ekspresionis asal Pandeglang, Gebar Sasmita.
Pameran ini berlangsung di Bale Budaya, yang sudah dimulai sejak tanggal 24 Juni lalu dan akan berakhir pada 1 Juli 2023.
Gebar Sasmita sendiri merupakan seniman yang menjadi tahanan politik Orde Baru sejak usia 14 tahun. Selama tahun 1965 hingga 1979, Gebar menjalani hidup dari penjara ke penjara, tanpa proses pengadilan. Perjalanan panjang yang ditempuhnya hingga kini menginjak usia 72 tahun itu lah banyak menginspirasi karya-karyanya.
Baca juga:
Usung Pelestarian Alam dan Budaya, Akarsari Culture Festival Akan Digelar 5 Hari
Beberapa karya Gebar yang ditampilkan diantaranya lukisan berjudul "Potret" dan "Perjalanan Panjang" yang keduanya dibuat tahun 1984. Dua karya itu menjadi goresan emosional Gebar saat keinginannya bertemu sang ibu usai keluar dari penjara Nusa Kambangan tahun 1979 kandas, lantaran sang ibu telah meninggal dunia.
"Saat di Nusa Kambangan, ada kalanya selama dua tahun kami para tahanan tidak diberi makan oleh pemerintah. Kami mencoba berbagai macam cara untuk tetap hidup. Mulai dari makan cicak hingga bubur tanah. Pengalaman itu, yang membuat saya sangat ingin pulang, ingin sekali merasakan makan bersama orang tua saya," kenangnya.
Seorang pengunjung sedang menyaksikan beberapa lukisan karya Gebar Sasmita yang ditampilkan di Bale Budaya Pandeglang. (Dok. PCH)
Gebar Sasmita dikenal sebagai pelukis yang mengusung aliran ekspresionisme yang cenderung menggunakan warna-warna cerah dan ekspresif. Dua sifat itu menjadi salah satu mekanisme Gebar dalam meluapkan kegetiran rasa dan emosi, setiap kali mengingat kejahatan kemanusiaan maupun ketidakadilan yang acap kali ia saksikan semasa hidupnya.
"Seni adalah perjalanan spiritual. Sebuah perjalanan rasa. Seni menjadi mekanisme diri ketika saya menghadapi situasi yang sulit. Lewat seni saya bisa mengekspresikan rasa dan emosi saya. Tiap kali ada yang menggetarkan jiwa, karena saya adalah pelukis, maka saya melukis," ungkap Gebar.
Baca juga:
Ramai Tagar #RIPMusikPandeglang, Pemkab Segera Kumpulkan Musisi dan Seniman
Namun karya-karya Gebar tidak hanya mengulas sisi kemanusiaan berikut tragedinya. Bagi Gebar, kebudayaan juga menjadi salah satu daya tarik yang menginspirasinya. Beberapa karyanya banyak mendokumentasikan kebudayaan masyarakat Banten yang kini mulai terkikis, seperti pertunjukan teater rakyat ubrug hingga ritual nukuh.
"Ada rasa haru ketika anak-anak muda ini bisa menyediakan wahana pameran tunggal untuk saya. Karena sebagai seniman, saya tidak akan mungkin bisa menyelenggarakan pameran tunggal ini sendirian. Perlu ada generasi muda seperti kawan-kawan di Pandeglang Creative Hub yang meneruskan perjalanan panjang berkesenian," ucap dia.
Pengujung lintas generasi dan disiplin seni antusias mengikuti pembukaan pameran tunggal “Perjalanan Panjang”. (Dok. PCH)
Seorang pengurus Pandeglang Creative Hub, Tirta Nugraha Pratama menyebut, pameran "Perjalanan Panjang" Gebar Sasmita seakan membangkitkan kembali gairah berkesenian khususnya dalam bidang seni rupa. Hal ini menjadi inspirasi bagi pelaku seni dan budaya di Pandeglang untuk menempuh perjalanan panjang lewat "disiplin dalam proses dan konsistensi" yang telah dilalui oleh sang Maestro.
"Pameran ini merupakan titik awal perjalanan kami untuk membangkitkan gairah-gairah berkesenian dalam bidang lainnya. Tentu akan menjadi sangat melelahkan, tetapi di balik lelah itu ada generasi-generasi mendatang yang menunggu perjalanan ini untuk terus berestafet melakoni geliat-geliat kreatif yang ada di sini," kata Tirta.
Baca juga:
Tradisi Adang Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
Firman Lie, staf pengajar Seni Murni di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengaku banyak belajar soal kehidupan dari karya-karya Gebar Sasmita. Sosok Gebar Sasmita menurutnya adalah seniman yang sampai saat ini masih sangat energik.
"Saya belajar banyak tentang kehidupan dari karya-karya Gebar Sasmita. Hadir di pameran ini membuat saya takjub karena ada banyak karya Kang Gebar yang baru saya lihat di sini," kata Firman.
Firman Lie berharap karya-karya dan pemikiran Gebar Sasmita dapat dituliskan dan dinarasikan agar publik bisa belajar tentang pikiran Gebar Sasmita, bukan hanya dapat melihat karyanya saja. “Tetapi mengerti tentang pikiran dan juga rasa kemanusiaan dari Gebar Sasmita,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....