Radio Masih Jadi Teman Generasi Z

  • 13 Sep 2026 06:36 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Radio masih memiliki tempat di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa. Kemudahan akses melalui berbagai perangkat membuat radio tidak lagi hanya didengarkan melalui pesawat radio konvensional, tetapi juga melalui telepon seluler, situs web, hingga layanan streaming.

Penyiar Radio Kampus Tirta FM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Raffi Ahmad Ramadhan, menyebut kebiasaan mendengarkan radio sudah terbentuk sejak kecil, terutama ketika bepergian bersama keluarga. Hal tersebut membuatnya masih mendengarkan radio sampai saat ini.

“Kalau aku sendiri kadang di mobil, tadi di web juga sekarang kan ada, apalagi sekarang kalau di link itu ada, misalkan Prambors gitu kan ada biasanya link-nya,” ujarnya saat berbincang dalam program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Sabtu, 12 September 2026.

Menurut Raffi, perkembangan teknologi justru membuat radio semakin mudah dijangkau pendengar muda. Radio kini memiliki platform digital sendiri sehingga pendengar dapat menikmati siaran tanpa harus berada di dalam mobil atau dekat perangkat radio konvensional.

Ia mengatakan radio juga menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan layanan streaming musik yang memungkinkan pendengar menentukan sendiri lagu sesuai suasana hati. Di radio, pendengar justru dapat menemukan lagu atau informasi yang sebelumnya tidak direncanakan.

“Kalau kita dengerin radio, kita nggak bisa ngatur. Tiba-tiba lagunya senang, tiba-tiba lagunya sedih. Nah, ada elemen of surprise akhirnya,” katanya.

Raffi menilai kejutan tersebut menjadi salah satu daya tarik radio karena pendengar dapat menemukan lagu yang sebelumnya belum mereka kenal. Pengalaman itu juga dapat memperluas referensi musik anak muda.

Sementara itu, Program Director Radio Kampus Tirta FM, Syaqila Revalina menilai radio tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan. Radio juga menjadi sarana memperoleh informasi sekaligus teman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kalau aku sendiri dua sih, sebagai sumber informasi tetap update dengan sekitar, sama sebagai hiburan. Kalau lagi bosan, muter lagu aja, aku larinya ke radio,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberadaan radio di berbagai platform digital menjadi peluang untuk mempertahankan kedekatan dengan generasi muda. Interaksi melalui media sosial dan layanan streaming dinilai dapat memperkuat hubungan antara penyiar dan pendengar. Dengan karakter yang fleksibel dan interaktif, radio dinilai tetap relevan meski pola konsumsi media terus berubah di kalangan generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....