Kalimaya Siapkan Musik Pop Berbalut Nuansa Tradisional Indonesia

  • 26 Jul 2026 14:17 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Band Kalimaya dari Banten sedang mengembangkan konsep pop tradisional yang menggabungkan musik modern dengan instrumen tradisional Indonesia.
  • Personel band bernama Aqilah menyatakan bahwa lagu berikutnya akan menggunakan instrumen tradisional dan berbeda dari karya-karya sebelumnya yang didominasi nuansa pop remaja.
  • Langkah ini merupakan bagian dari upaya band untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda melalui musik populer yang dekat dengan mereka.

RRI.CO.ID, Serang - Band muda asal Banten, Kalimaya, tengah menyiapkan warna musik baru dengan memadukan unsur pop dan instrumen tradisional Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mereka menghadirkan karya yang tidak hanya dekat dengan generasi muda, tetapi juga mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui musik populer. Rencana itu menjadi proyek terbaru setelah mereka menghasilkan tiga lagu orisinal sejak resmi menggunakan nama Kalimaya pada 2024.

Salah seorang personel Kalimaya, Aqiqah mengatakan, karya berikutnya akan mengusung konsep pop tradisional atau perpaduan musik modern dengan sentuhan alat musik tradisional. Konsep tersebut dipilih karena mereka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dibanding karya-karya sebelumnya yang didominasi nuansa pop remaja. "Lagu berikutnya lebih ke pop tradisional. Ada instrumen tradisional juga yang akan digunakan," ujar Aqilah Vokalis Kalimaya Band, Jumat, 24 Juli 2026.

Selama ini Kalimaya dikenal melalui lagu Sahabat yang mengangkat makna persahabatan, Lima Kali yang bercerita tentang pengalaman remaja mengenal cinta pertama, serta Karang Bolong yang memperkenalkan salah satu destinasi wisata di Provinsi Banten. Ketiga lagu tersebut menjadi pijakan awal bagi Kalimaya untuk terus mengeksplorasi tema-tema yang dekat dengan kehidupan anak muda.

Tak hanya mengejar produktivitas, Kalimaya juga menaruh perhatian pada kualitas proses kreatif. Setiap lagu membutuhkan waktu produksi sekitar tiga hingga empat bulan, mulai dari penyusunan lirik, aransemen, hingga rekaman. Di tengah kesibukan sebagai pelajar, seluruh personel tetap berkomitmen menyelesaikan setiap karya dengan memanfaatkan waktu latihan pada akhir pekan maupun hari libur sekolah.

Keinginan menghadirkan unsur budaya dalam musik juga lahir dari semangat salah satu personel yang bercita-cita menjadi komposer. Mereka ingin menciptakan lagu yang memiliki pesan lebih luas tentang Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa musik tradisional dapat dipadukan dengan aransemen modern tanpa kehilangan identitasnya.

Dukungan keluarga dan para pelatih menjadi modal penting dalam perjalanan Kalimaya. Sejak awal pembentukan band, orang tua memberikan ruang bagi para personel untuk mengembangkan bakat bermusik. Dukungan tersebut membuat mereka semakin percaya diri untuk tampil di berbagai panggung dan terus menghasilkan karya baru.

Melalui proyek musik pop tradisional yang sedang dipersiapkan, Kalimaya berharap dapat memperluas jangkauan pendengar sekaligus ikut memperkenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda. Mereka optimistis inovasi tersebut menjadi identitas baru Kalimaya sebagai band muda Banten yang terus berkembang melalui karya-karya orisinal dengan sentuhan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....