Mengetuk Pintu, Membangun Kepercayaan di Balik Data
- 09 Jul 2026 23:13 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Berbekal kedekatan personal dan pengenalan wilayah, para petugas lapangan kini menjadi garda terdepan dalam menyukseskan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pandeglang. Interaksi humanis di tingkat desa terbukti mampu menepis keraguan warga sekaligus memastikan setiap unit usaha tercatat akurat dalam basis data nasional.
Siti Irian, salah seorang petugas sensus di Desa Cipeucang, Pandeglang mengungkapkan, respons masyarakat sangat positif saat petugas yang datang merupakan warga setempat yang sudah dikenal baik. Keakraban tersebut disebutnya menciptakan ruang komunikasi yang jujur sehingga masyarakat tidak segan untuk memberikan data usaha secara terbuka.
"Masyarakat sangat responsif dan terbuka saat didata, bahkan mereka menunggu giliran. Kami harus memberikan pemahaman bahwa sensus tidak ada hubungannya dengan kenaikan desil bantuan sosial," ujar Siti Irian, Kamis 9 Juli 2026.
Tantangan di lapangan muncul ketika warga mencemaskan data usaha akan berpengaruh terhadap status desil kesejahteraan mereka di sistem bantuan sosial. Petugas harus bekerja ekstra memberikan edukasi bahwa tujuan utama sensus murni untuk pemotretan struktur ekonomi dan tidak terkait dengan penghapusan bantuan.
Proses pendekatan melalui tokoh lingkungan seperti RT dan RW menjadi strategi jitu bagi petugas untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari responden. Strategi ini diingkapkan Siti berhasil meredam berbagai isu negatif yang sempat beredar di media sosial mengenai tujuan tersembunyi di balik pelaksanaan sensus ekonomi.
"Alhamdulillah masyarakat sangat terbuka, bahkan mereka menunggu giliran untuk didata karena sudah mulai sadar akan pentingnya program ini," ujar Siti.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto menyebut, sebanyak seribu lebih petugas lapangan kini terus bekerja keras menjangkau seluruh sektor usaha di wilayahnya. Keberhasilan pendataan bergantung pada sinergi antara petugas yang memiliki pemahaman lokal dengan masyarakat yang kooperatif memberikan jawaban jujur.
"Sensus Ekonomi ini murni untuk memotret kondisi dinamika ekonomi di masyarakat maupun dunia usaha. Kami tidak memiliki kepentingan apapun terhadap data individu, karena hasilnya akan disajikan secara agregat untuk kepentingan perencanaan kebijakan pemerintah," kata Achmad.
Transformasi digital melalui aplikasi gawai disebut Achmad kini memudahkan petugas dalam menginput data secara real-time meskipun terkadang terkendala masalah sinyal di wilayah pelosok. Seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari sektor pertanian hingga industri kreatif digital, dicatat demi menyajikan potret struktur ekonomi daerah yang komprehensif.
Data yang terkumpul nantinya akan diolah menjadi angka agregat makro yang menjadi panduan pemerintah pusat dalam merancang regulasi perlindungan bagi pelaku UMKM. Pengalaman dari sensus sebelumnya menunjukkan bahwa data akurat sangat krusial dalam menyalurkan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha kecil.
"Masyarakat tidak perlu khawatir karena pelaksanaan sensus ekonomi ini murni untuk memotret dinamika ekonomi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan pajak," katanya
Achmad mengatakan, pemerintah menjamin kerahasiaan data setiap responden dan menegaskan bahwa hasil pendataan tidak akan disalahgunakan untuk kepentingan di luar kebijakan perencanaan pembangunan. Partisipasi aktif dan kejujuran masyarakat menjadi investasi berharga dalam menentukan keberhasilan program pembangunan ekonomi nasional ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....