Dari Oven Rumahan, Daraqu Produksi Ratusan Kue Setiap Hari

  • 13 Mar 2026 10:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO ID, Serang - Aroma kue kering menguar dari sebuah dapur sederhana di Benggala, Kota Serang. Loyang-layang tersusun rapi, adonan dipersiapkan sejak pagi, sementara para pekerja sibuk menata kue ke dalam toples. Di tempat inilah usaha Daraqu Cake and Cookies tumbuh perlahan sejak dua dekade lalu.

Pemilik Daraqu, Herawati, memulai usaha kue kering pada 2006. Awalnya hanya memanfaatkan dapur rumah mertua dengan peralatan sederhana yang ditinggalkan keluarga. “Saya mulai dari oven peninggalan almarhum ibu mertua. Resepnya juga dari buku resep beliau. Dari situ saya coba belajar sedikit-sedikit,” kata Herawati saat ditemui di dapur produksinya, Jumat, 13 Maret 2026.

Minat membuat kue semakin besar setelah suaminya memberi dukungan. Ia dibelikan berbagai majalah resep dan akhirnya mengikuti kursus pembuatan kue. Dari dapur kecil itu, pesanan mulai berdatangan.

Pada awal usaha, Herawati hanya memproduksi dua jenis kue, yakni nastar dan sagu keju. Seiring waktu, jumlah varian bertambah hingga kini mencapai sepuluh jenis, di antaranya nastar keju, kastengel, putri salju, choco chip, hingga lidah kucing.

Modal yang digunakan pun tidak besar, sekitar satu juta rupiah untuk membeli bahan baku. Peralatan sebagian besar sudah tersedia di rumah. Kini dapur produksi Daraqu dilengkapi mixer berkapasitas besar, oven deck, serta loyang ukuran besar.

Perjalanan usaha tidak selalu mulus. Herawati masih mengingat masa-masa ketika adonan gagal atau kue gosong saat dioven. “Sering salah nimbang atau adonan tidak bagus. Tapi lama-lama bisa diminimalkan,” ujarnya sambil tersenyum.

Ujian lain datang saat pandemi Covid-19. Saat itu bahan baku sudah disiapkan, namun penjualan turun jauh dari target. Meski begitu, usaha tetap berjalan hingga kondisi kembali membaik. Setiap Ramadan menjadi musim tersibuk bagi Daraqu. Dalam sehari, dapur produksi bisa menghasilkan sekitar 50 toples kue kering. Herawati berharap pesanan tahun ini bisa menembus seribu toples.

Selain pesanan langsung, pemasaran juga dibantu para reseller. Saat ini terdapat sekitar sepuluh reseller yang menjual kue Daraqu, sebagian berada di wilayah Serang hingga Jakarta. Promosi dilakukan lewat media sosial dan pesan singkat.

Di balik produksi kue tersebut, ada pekerja yang setia membantu sejak awal Daraqu berdiri, Herawati, yang bertugas di bagian produksi bekerja hampir 20 tahun. Ia menyaksikan langsung perubahan usaha Daraqu dari skala kecil hingga berkembang seperti sekarang. “Dulu ovennya kecil, karyawannya juga sedikit. Sekarang alatnya sudah besar dan pekerjanya bertambah,” katanya.

Di bagian produksi, hampir semua jenis kue pernah ia kerjakan. Beberapa pekerjaan dianggap paling menantang, terutama saat harus membuat adonan dalam jumlah besar atau mencetak kue satu per satu.

Meski pekerjaan dilakukan pada malam hari, ia tetap bertahan karena sudah terbiasa dengan ritme kerja tersebut. “Saya datang jam dua belas malam, pulang pagi. Sudah terbiasa,” katanya.

Bagi Herawati, dapur Daraqu bukan sekadar tempat bekerja. Ia merasa sudah menyatu dengan aktivitas membuat kue yang dijalani selama puluhan tahun.Pekerja lain bagian packing, Ayu Ratnawati, yang sudah hampir sepuluh tahun bekerja di bagian finishing atau pengemasan.

Ayu mengenal usaha Daraqu dari teman keluarganya. Saat pertama bergabung, ia belum memiliki pengalaman membuat kue. “Saya awalnya tidak tahu apa-apa soal kue. Di sini baru belajar,” katanya.

Tugas Ayu menata kue ke dalam kemasan. Pekerjaan itu terlihat sederhana, namun membutuhkan ketelitian. Beberapa jenis kue seperti kastengel dan putri salju harus dimasukkan dengan hati-hati agar tidak hancur.

Menurut Ayu, suasana kerja di dapur sering diwarnai canda para pekerja. Namun saat pesanan meningkat, mereka harus bekerja hingga larut malam. “Kalau lagi banyak pesanan bisa sampai begadang. Dari jam delapan malam sampai pagi,” ujarnya.

Aktivitas di dapur Daraqu tidak hanya ramai saat menjelang Lebaran. Pada hari-hari biasa, produksi tetap berjalan untuk membuat berbagai jenis kue kotak dan snack box yang dipesan pelanggan. Pesanan datang dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat hingga instansi pemerintahan.

Beberapa di antaranya rutin dikirim untuk kebutuhan kegiatan di kedinasan wilayah Provinsi Banten. Dari dapur sederhana itu, adonan terus diolah setiap hari, menjaga usaha yang sudah dirintis sejak puluhan tahun lalu tetap hidup dan berkembang.

Rekomendasi Berita