Kisah Suyar yang Sapinya Terpilih Jadi Sapi Banmus
- 26 Mei 2025 12:48 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Di sebuah kandang sederhana di Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, seekor sapi berpostur gagah berdiri dengan tenang. Bobotnya lebih dari satu ton, tubuhnya tinggi menjulang, dan bulunya berkilau kecokelatan. Siapa sangka, sapi jenis limousin cross ini dulunya adalah hewan kurus yang tak laku dijual. Namun kini, ia menjadi sapi pilihan Presiden Republik Indonesia untuk dijadikan hewan kurban dalam perayaan Iduladha tahun ini.
Sang pemilik, Suyar (47), masih sulit mempercayai bahwa sapi peliharaannya itu terpilih menjadi sapi bantuan masyarakat (Banmas) dari Presiden. Baginya, ini bukan sekadar kebanggaan pribadi, tetapi juga bentuk keajaiban rezeki yang datang dari ketekunan dan kesabaran. "Awalnya saya beli dua ekor sapi dari Banjarnegara, (Jawa Tengah). Yang satu sempat saya jual setelah dipelihara sekitar setahun. Tapi yang satu ini kurus, gak ada yang mau beli. Saya pikir, biarlah kalau gak laku, saya rawat saja sendiri," kata Suyar, mengenang awal mula kisah sapinya, Senin (26/5/2025).
Sejak itu, sapi tersebut dirawat penuh kasih oleh Suyar. Ia tak menyangka, dalam beberapa tahun, tubuh si sapi membesar dengan luar biasa hingga kini mencapai usia empat tahun dan bobot lebih dari satu ton. "Setiap hari saya beri makan rumput terbaik, saya jaga kebersihannya, dan saya doakan semoga jadi hewan yang bermanfaat," ujarnya sambil menepuk lembut tubuh sapinya.
Usaha dan doanya akhirnya berbuah manis. Melalui proses seleksi ketat yang melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak serta Provinsi Banten, sapi milik Suyar dipilih oleh Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) sebagai hewan kurban Presiden.
Kepala Bidang Produksi Peternakan Disnakeswan Kabupaten Lebak, Irvan Pramerta, menjelaskan bahwa proses kontrak telah dilakukan pada Kamis pekan lalu di kantor Dinas Provinsi. Nantinya, sapi tersebut akan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Lebak kepada pengurus Masjid Al A’raf, dan disembelih di RPH milik pemerintah daerah. "Harganya sudah disepakati Rp99.500.000. Itu harga bersih, termasuk biaya perawatan hingga waktu penyembelihan. Sapi tetap dipelihara di kandang peternak sampai dikirim ke rumah potong hewan milik Pemkab pada H-1 Idul Adha," kata Irvan.
Bagi Suhar, ini bukan soal harga atau status. Melainkan bukti bahwa keikhlasan dalam merawat makhluk hidup bisa membawa keberkahan yang luar biasa. "Alhamdulillah saya merasa bangga karena sapi saya terpilih dari beberapa sapi yang diseleksi untuk sapi kurban dari Pak Presiden. Saya anggap ini anugerah dari Allah. Saya gak nyangka, sapi yang dulu kurus dan gak dilirik orang, sekarang malah jadi sapi kurban Presiden. Alhamdulillah," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kini Suyar memiliki sembilan ekor sapi dari berbagai jenis di kandangnya. Namun bagi dia, satu ekor sapi ini akan selalu punya tempat tersendiri di hatinya. Karena dari kandang sederhana di Cileles, lahir kisah inspiratif tentang ketekunan, kesabaran, dan keberkahan yang tak disangka-sangka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....