Ahmad Zulfikar Menjalani Ramadan dengan Semangat Berjualan
- 04 Mar 2025 10:36 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Di usianya yang masih 19 tahun, Ahmad Zulfikar memilih jalur yang berbeda dari kebanyakan anak muda seusianya. Sementara banyak remaja menghabiskan waktu dengan bermain dan bersantai, Zulfikar justru mengisi hari-harinya dengan berjualan batagor dan minuman di kawasan Ona Rangkasbitung dekat tempat tinggalnya. Sudah setahun ia menekuni usaha ini, meskipun barang dagangannya bukan milik sendiri. Ia hanya mengambil keuntungan dari penjualan. Namun, bagi Zulfikar, itu sudah cukup untuk menambah uang jajan dan membantu orang tua.
“Daripada banyak waktu menganggur, lebih baik dipergunakan untuk bekerja dan usaha. Hitung-hitung bisa membantu orang tua,” ujar remaja yang akrab dipanggil Zulfikar saat ditemui dilapak dagangannya, Selasa (4/3/2025).
Saat bulan Ramadan, suasana jualannya menjadi lebih hidup. Banyak orang mencari makanan untuk berbuka, dan itu berarti peningkatan pendapatan bagi Zulfikar. Namun, Ramadan juga membawa tantangan tersendiri. Salah satu pengalaman yang paling diingatnya adalah ketika hujan turun saat pembeli sedang ramai-ramainya. Seketika, lapaknya menjadi sepi. “Pernah juga tidak ada pembeli sama sekali di bulan puasa, sedih rasanya,” ujarnya.
Namun, semangatnya tidak luntur. Ia selalu meyakini bahwa rezeki sudah diatur, dan jika hari ini dagangannya kurang laku, mungkin esok akan lebih baik. “Sedih ada, tapi kita tetap semangat, jangan putus asa. Mungkin besok rezekinya bertambah,” katanya optimis.
| Baca juga: Nana Setia Berjualan Takjil Demi Keluarga |
Meskipun sibuk berjualan, Zulfikar memastikan bahwa ibadahnya tetap berjalan dengan baik. Ia bersyukur karena meskipun harus bekerja di tengah kesibukan, puasanya tidak terganggu. “Tahun lalu, alhamdulillah puasa lancar, tidak terganggu. Insya Allah tahun ini juga mudah-mudahan tidak terganggu,” ujar Zulfikar.
Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Zulfikar paham betul pentingnya memanfaatkan waktu dengan bijak. Ia berharap generasi muda lainnya juga memiliki semangat yang sama untuk produktif.
“Daripada nongkrong main HP yang tidak penting, lebih baik manfaatkan waktu dengan usaha yang menghasilkan pendapatan. Insya Allah, hasilnya bisa menunjang masa depan kita dan membantu meringankan beban orang tua,” ucap Zulfikar.
Zulfikar adalah contoh nyata bahwa kerja keras dan semangat pantang menyerah bisa membawa manfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarga dan lingkungannya. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, perjuangannya menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....