Menuju UNESCO, Golok Banten Terus Didiskusikan
- 24 Okt 2024 16:37 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) angkatan 77 bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Banten menyelenggarakan diskusi panel mengenai Golok Banten Goes to UNESCO di Museum Negeri Banten, Kamis (24/10/2024).
Founder Lembaga Aksara Peneliti Muda Nuhiyah mengatakan bahwa Golok Banten bukan hanya identik dengan kekerasan. Padahal Golok Banten juga memiliki banyak nilai seni serta memiliki makna untuk menjaga agar tidak terjadi perpecahan.
Nuhiyah melanjutkan bahwa 5 cincin yang menghiasi sarung golok memiliki kaitan dengan Pancasila. Sehingga golok Banten semakin menegaskan mengenai makna persatuan. "Kegiatan diskusi panel ini bertujuan untuk menjadikan Golok Banten diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Indonesia," ujarnya.
“Sarung golok itu kenapa ada 5, karena dalam salah satu penelitian saya yang lain, saya menyampaikan bahwa ternyata Golok Ciomas itu ada kaitan dengan Pancasila. Jadi Pancasila kita paham lima sila, karena kita paham bersama bahwa Pancasila itu adalah kristalisasi dari nilai-nilai yang dipegang oleh bangsa Indonesia, tentu tidak terkecuali oleh masyarakat Banten. Yang dalam hal ini adalah masyarakat Ciomas,” ujar Nuhiyah dalam pemaparan materinya di dalam diskusi,
Ketua Tim Pengusul Golok Pusaka Banten Agus Rasyid berambisi bahwa Golok Banten akan tercatat sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO pada tahun 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....