Chanting Pradana Berdayakan Warga Lewat Usaha Batik

  • 08 Sep 2026 11:47 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Usaha batik Chanting Pradana telah beroperasi sejak 2016 dan memiliki fokus ganda pada produksi sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.
  • Perusahaan mempekerjakan sekitar 25 karyawan yang didominasi oleh ibu-ibu dari lingkungan sekitar Lebak.
  • Setiap pekerja menerima pelatihan khusus dalam teknik pembuatan batik tradisional termasuk proses ngeblok dan nyanting sebelum mulai bekerja.

RRI.CO.ID, Lebak - Usaha batik Chanting Pradana tidak hanya berfokus pada produksi dan penjualan, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar. Pemilik Chanting Pradana, Umsaroh menyebut, usaha yang dijalankannya sejak 2016 tersebut melibatkan warga lokal dalam proses produksi.

Saat ini Chanting Pradana memiliki sekitar 25 karyawan. Sebelum bekerja, para pekerja terlebih dahulu mendapatkan pelatihan, khususnya dalam proses pembuatan batik seperti ngeblok dan nyanting. Pekerja yang terlibat didominasi oleh ibu-ibu dari lingkungan sekitar.

Ia mengatakan tujuan awal mendirikan usaha batik memang untuk memberikan kegiatan sekaligus pekerjaan bagi masyarakat. Menurutnya, warga dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk menjalankan aktivitas produktif. "Sebenarnya tujuannya ingin memberdayakan saja, jangan sampai misalnya hanya duduk manis ngobrol-ngobrol di depan rumah," katanya dalam program UMKM Bicara RRI Banten, Senin, 7 September 2026.

Selain memberdayakan warga melalui pekerjaan, Chanting Pradana juga membuka pelatihan membatik bagi masyarakat. Pelatihan tersebut tidak hanya ditujukan kepada orang dewasa, tetapi juga siswa mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas serta instansi yang ingin belajar membatik.

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan setiap Sabtu. Sementara pada Senin hingga Jumat, kegiatan di Chanting Pradana difokuskan untuk produksi batik. Dalam produksinya, satu pekerja disebut dapat menghasilkan maksimal sekitar 20 potong dalam satu hari.

Pemberdayaan masyarakat juga berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas produk. Chanting Pradana memiliki tim quality control yang mengawasi kualitas bahan dan kerapian hasil pembuatan batik. Um Saro juga turut melakukan pengawasan langsung terhadap proses produksi untuk menjaga kualitas dan kepuasan konsumen.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik menjadi pengrajin batik di Kabupaten Lebak. Menurutnya, pertambahan pengrajin dapat membuka lebih banyak peluang usaha sekaligus menjaga keberlangsungan batik Lebak. "Jangan pernah menyerah. Kita harus bermimpi bagaimana kita menjadi pengusaha batik yang terkenal," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....