UMKM Jadi Penopang Ekonomi Bangsa, saat Covid-19 Buktinya

  • 24 Agt 2026 06:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pelaku Usaha Mmikro, Kecil, dan Mmenengah (UMKM) layak menjadi kelompok masyarakat yang berbangga diri karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Selama ini UMKM menjadi salah satu kekuatan utama yang menjaga denyut perekonomian nasional tetap bergerak, termasuk ketika Indonesia menghadapi tekanan berat akibat pandemi Covid-19.

Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional disebut mencapai sekitar 60 persen, menunjukkan besarnya peran sektor tersebut dalam menopang perekonomian Indonesia. Dengan nilai PDB Indonesia yang mencapai sekitar Rp6.552 triliun, kontribusi UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat.

Peran tersebut semakin terlihat ketika pandemi Covid-19 melanda dan berbagai aktivitas ekonomi mengalami perlambatan akibat pembatasan kegiatan masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, para pelaku UMKM berusaha mempertahankan usahanya agar tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Keberadaan UMKM dinilai membuat roda perekonomian masyarakat tetap berputar karena sebagian besar aktivitasnya berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari. Mulai dari usaha makanan, minuman, perdagangan, jasa, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang dijalankan UMKM.

Ketika masyarakat tetap membeli kebutuhan sehari-hari, terjadi perputaran uang yang membantu menjaga aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Karena itu, UMKM tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mencari keuntungan, tetapi juga sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi masyarakat.

Kebanggaan terhadap pelaku UMKM tersebut juga menjadi bagian dari semangat peringatan Hari Koperasi dan Hari Nasional Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang digelar di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jum'at sore, 21 Agustus 2026. Pada kegiatan tersebut, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya menyampaikan pentingnya dukungan berbagai pihak terhadap perkembangan UMKM di daerah.

Pertumbuhan UMKM tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Salah satu elemen yang dinilai memiliki peran strategis adalah media massa karena dapat membantu memperkenalkan berbagai produk dan potensi UMKM kepada masyarakat luas.

Media juga dapat menjadi jembatan informasi antara pelaku UMKM, pemerintah, konsumen, dan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan dunia usaha. "Peran media menjadi penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM. Media dapat membantu memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk UMKM kepada masyarakat," kata Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya.

Ia mengatakan, dukungan terhadap UMKM harus dilakukan secara bersama-sama agar pelaku usaha dapat berkembang dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Pemerintah daerah, lanjutnya, memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan usaha yang kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan kegiatan ekonomi dengan lebih baik.

Kondusivitas dunia usaha menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha sekaligus mendorong munculnya kegiatan ekonomi baru di Kabupaten Lebak. "Kolaborasi antara pemerintah dengan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menjaga kondusivitas dunia usaha di Kabupaten Lebak," ujar Hasbi.

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, mulai dari pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses pemasaran, hingga penguatan jejaring antarpelaku usaha. Penguatan UMKM juga diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat di tengah dinamika perekonomian yang terus berubah.

Para pelaku UMKM di Kabupaten Lebak diharapkan terus meningkatkan kualitas produk, pelayanan, kemasan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Dengan dukungan pemerintah, media, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, UMKM diharapkan semakin kuat menjadi fondasi ekonomi daerah.

Semangat tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan kepada para pelaku UMKM yang selama ini terus berjuang menghidupkan ekonomi masyarakat, bahkan ketika menghadapi situasi sulit seperti pandemi Covid-19.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....