Bermodal Uang Jajan, Lulusan Administrasi Pajak Dirikan Usaha Dessert Tastiwow

  • 28 Jul 2026 18:13 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja bagi lulusan baru, seorang fresh graduate asal Kota Serang memilih menciptakan peluang usahanya sendiri. Berbekal uang jajan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit, Shalwa Fitriana sukses membangun bisnis dessert rumahan Tastiwow yang kini memiliki pelanggan setia hingga luar daerah.

Shalwa mengungkapkan, usaha tersebut dirintis sejak 2023 melalui akun Instagram pribadinya. Saat itu ia hanya menjual cookies dengan modal sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu. Meski sempat mengalami penurunan penjualan, ia tidak menyerah dan mulai melakukan inovasi dengan menghadirkan brownies pada 2024, sebelum akhirnya membangun identitas merek Tastiwow pada 2025.

"Awalnya modalnya ngumpul-ngumpulin dari uang jajan aja. Namanya juga perintis, bukan pewaris. Saya mulai dari Instagram pribadi, jual cookies dulu, sempat turun peminatnya, lalu bangkit lagi dengan brownies sampai akhirnya lahir Tastiwow," ujar Shalwa kepada RRI, Selasa, 28 Juli 2026.

Lulusan Administrasi Pajak tahun 2026 itu mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner. Kemampuan membuat berbagai produk dessert diperoleh secara otodidak melalui YouTube, TikTok, dan proses uji coba berulang hingga menemukan resep yang sesuai dengan selera pasar.

Menurutnya, prinsip utama dalam menjalankan usaha adalah menempatkan diri sebagai konsumen. Karena itu, ia berkomitmen menghadirkan produk dengan cita rasa yang baik namun tetap terjangkau. Strategi tersebut menjadi pembeda Tastiwow di tengah banyaknya pelaku usaha dessert yang menawarkan produk serupa.

Inovasi juga terus dilakukan mengikuti tren pasar. Setelah cookies dan brownies, Shalwa menghadirkan Dubai Chewy Cookie serta Dubai Choco Berry yang lahir dari permintaan pelanggan. Produk tersebut kini menjadi salah satu menu favorit dengan harga Rp35 ribu, lebih rendah dibandingkan harga pasar yang umumnya berkisar Rp40 ribu hingga Rp80 ribu.

Meski masih memproduksi makanan dari rumah dengan sistem pre-order, bisnis yang dijalankan Shalwa mampu mencatat omzet kotor sekitar Rp2 juta dalam sekali pembukaan pre-order setiap pekan. Produk-produknya tidak hanya diminati masyarakat Serang, tetapi juga telah dibawa pelanggan ke Jakarta dan sejumlah daerah lain.

Shalwa berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya para fresh graduate, agar tidak ragu memulai usaha dari skala kecil. "Kalau kamu mau, pasti bisa. Jangan cuma wacana. Enggak apa-apa mulai dari kecil, karena rezeki sudah diatur. Yang penting berani jalanin dulu," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....