Pengusaha Kerupuk Keluhkan Kenaikan Harga Bahan Baku
- 05 Jul 2026 06:04 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kenaikan harga bahan baku kerupuk dikeluhkan para pedagang dan pelaku usaha kerupuk di Kabupaten Lebak. Lonjakan harga sejumlah bahan baku membuat biaya produksi meningkat sehingga berdampak pada usaha mereka.
Bahan baku yang mengalami kenaikan di antaranya tepung kanji, tepung terigu, dan tepung beras. Kondisi tersebut juga memicu kenaikan harga kerupuk mentah yang dibeli para pedagang.
Meski harga kerupuk mentah naik, sebagian besar pedagang memilih tidak menaikkan harga jual kerupuk matang kepada konsumen. Mereka khawatir pembeli beralih ke pedagang lain apabila harga dinaikkan.
| Baca juga: Banana Bunz Berkembang dari Ide Sederhana |
Salah seorang pelaku usaha kerupuk matang, Heri, pemilik usaha Kerupuk Kepo Jaya di Kabupaten Lebak, mengaku harus mencari cara agar usahanya tetap bertahan. Kenaikan harga kerupuk mentah membuat modal usaha yang harus disiapkan menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.
Selain menambah modal, Heri juga terpaksa mengurangi jumlah pembelian kerupuk mentah agar perputaran usahanya tetap berjalan. Ia mengatakan langkah tersebut merupakan pilihan paling realistis di tengah kondisi harga bahan baku yang terus meningkat.
"Mau gimana lagi, harga kerupuk naik karena bahan bakunya naik, sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menambah modal atau mengurangi pembelian kerupuk mentah, karena harga jual kerupuk matang kita tetap," kata Heri di Lebak, Sabtu, 4 Juli 2026.
Heri mengaku hingga kini masih mempertahankan harga jual kerupuk matang demi menjaga pelanggan yang sudah lama membeli produknya. Namun, ia mengakui keuntungan yang diperoleh kini jauh berkurang karena biaya produksi terus meningkat.
Keluhan serupa disampaikan Sukarmi, seorang pedagang kerupuk di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sukarmi mengatakan kenaikan harga bahan baku tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual kerupuk di tingkat pedagang.
Akibatnya, keuntungan yang diperoleh semakin menipis, sementara kebutuhan modal usaha terus bertambah. Menurut Sukarmi, harga tepung beras dan tepung kanji mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
"Tepung beras naik, dari biasanya Rp7.500 per bungkus setengah kilogram sekarang menjadi Rp8.500 per bungkus. Tepung kanji dari harga Rp9.000 per kilogram sekarang naik menjadi Rp14 ribu per kilogram. Kalau tidak beli kita butuh, sementara penjualan kerupuk jauh menurun," ujar Sukarmi.
Ia menambahkan, sejak harga bahan baku naik, jumlah pembeli kerupuk juga mengalami penurunan sehingga omzet hariannya ikut berkurang. Kondisi tersebut membuat para pedagang harus lebih berhati-hati dalam mengatur stok dagangan agar tidak mengalami kerugian.
Aris, karyawan Toko Ganesha yang menjual kerupuk mentah, membenarkan adanya kenaikan harga di tingkat distributor. Menurut Aris, hampir seluruh jenis kerupuk mentah mengalami penyesuaian harga dalam sepekan terakhir.
"Rata-rata kenaikan harga kerupuk mentah sekitar lima sampai sepuluh persen. Kenaikan ini sudah terjadi sejak sekitar seminggu terakhir," kata Aris.
Aris menjelaskan, dampak kenaikan harga tersebut langsung terasa terhadap jumlah pembelian para pelanggan. "Pengusaha kerupuk goreng yang biasanya membeli dalam jumlah besar sekarang banyak yang mengurangi pembelian karena harga sudah naik," ujarnya.
Penurunan volume pembelian tersebut turut memengaruhi penjualan di Toko Ganesha yang selama ini memasok kerupuk mentah kepada para pedagang dan pengusaha. Para pelaku usaha berharap kondisi harga bahan baku dapat kembali stabil agar aktivitas perdagangan kerupuk kembali normal dan daya beli masyarakat meningkat.
Pedagang dan pengusaha kerupuk di Kabupaten Lebak berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata untuk menekan harga bahan baku sehingga usaha kecil tetap bertahan dan harga kerupuk di pasaran tidak terus mengalami kenaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....