Gipang Khas Banten Jadi Sajian Favorit Lebaran
- 26 Feb 2026 16:02 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Kue gipang khas Banten masih menjadi salah satu camilan tradisional yang digemari masyarakat hingga kini. Teksturnya yang renyah dengan balutan manis gula merah membuat gipang memiliki cita rasa yang khas.
Camilan ini sering dijadikan sajian keluarga, terutama saat Ramadan dan Lebaran. Gipang juga banyak dibeli sebagai oleh-oleh khas daerah. Di tengah maraknya jajanan modern, gipang tetap mampu bertahan dan diminati berbagai kalangan.
Camilan tradisional ini tidak hanya disukai orang tua tetapi juga anak-anak dan remaja. Rasa manis dan teksturnya yang renyah menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya. Tidak sedikit masyarakat yang masih memilih gipang sebagai camilan favorit.
Gipang dikenal sebagai makanan khas Banten yang telah ada sejak lama. Dahulu kue ini sering dijadikan camilan praktis karena mudah dibawa dan tahan lama. Masyarakat biasanya mengonsumsi gipang saat beraktivitas atau berkumpul bersama keluarga. Tradisi mengonsumsi gipang masih bertahan hingga sekarang.
Seiring perkembangan zaman, gipang mengalami perubahan dalam penyajian dan pemasaran. Gipang kini tidak hanya dijual di pasar tradisional tetapi juga di toko oleh-oleh. Banyak pengunjung dari luar daerah yang membeli gipang sebagai buah tangan. Hal ini membuat gipang semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Salah satu sentra pembuatan gipang terdapat di Home Industri Kue Gipang 3 Bunda di Jalan Purbaya Nomor 156, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Usaha rumahan tersebut memproduksi gipang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Bahan utama yang digunakan adalah beras ketan dan gula merah. Produk gipang dibuat dengan proses yang masih sederhana.
Di tempat tersebut, gipang tersedia dalam berbagai varian bahan ketan. Konsumen dapat memilih gipang ketan putih maupun ketan merah sesuai selera. Gipang juga dijual dalam berbagai bentuk dan ukuran. Setiap kemasan memiliki berat yang berbeda.
Konsumen dapat membeli gipang dalam kemasan plastik maupun toples. Ukuran kemasan yang tersedia cukup beragam sesuai kebutuhan pembeli. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp17.000 hingga Rp90.000. Perbedaan harga tergantung jenis dan ukuran kemasan.
Pemilik usaha, Juhroh mengatakan gipang merupakan makanan khas Banten yang banyak diminati masyarakat. Gipang biasanya dibeli untuk camilan keluarga maupun oleh-oleh. Menurutnya, pembeli tidak hanya berasal dari wilayah Cilegon tetapi juga dari luar daerah. Permintaan gipang biasanya meningkat menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Kue gipang bisa disebut khas Banten. Biasanya dibuat untuk oleh-oleh dan kue khas Lebaran, sekarang Alhamdulillah juga banyak dibeli untuk oleh-oleh dan makanan sehari-hari. Kalau Ramadan biasanya kami stok lebih banyak, cuma tahun ini dua bulan terakhir sering hujan jadi stoknya agak berkurang,” ujar Juhroh.
Meski demikian, gipang tetap menjadi salah satu camilan tradisional yang bertahan hingga sekarang. Kue ini sering hadir dalam berbagai acara keluarga dan perayaan hari besar keagamaan. Gipang memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Banten. Keberadaannya menjadi bagian dari identitas kuliner daerah yang terus dilestarikan.