Bijak Berbelanja Jadi Strategi Hadapi Kondisi Ekonomi

  • 24 Jul 2026 14:46 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Perubahan kondisi ekonomi yang dinamis mendorong masyarakat untuk semakin bijak dalam mengatur gaya hidup dan mengelola keuangan. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan beragam kebutuhan, kemampuan membedakan antara kebutuhan dan keinginan menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas finansial.

Dosen Akuntansi Universitas Al-Khairiyah, Achmad Nasrullah mengatakan, gaya hidup yang sehat secara finansial tidak berarti harus mengurangi kualitas hidup, melainkan mampu mengelola pengeluaran sesuai dengan kemampuan ekonomi dan prioritas kebutuhan.

"Di tengah kondisi ekonomi saat ini, masyarakat perlu lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial. Gaya hidup yang mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kemampuan ekonomi justru dapat menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari," ujar pria yang akrab disapa Anas ini saat ditemui RRI, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, salah satu langkah yang dapat diterapkan adalah menyusun anggaran bulanan, membatasi pengeluaran konsumtif, serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan maupun investasi. Kebiasaan tersebut akan membantu masyarakat menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.

Achmad menjelaskan, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri karena mendorong perilaku konsumtif melalui berbagai promosi dan tren gaya hidup. Oleh karena itu, literasi keuangan menjadi bekal penting agar masyarakat mampu mengambil keputusan secara rasional.

Selain mengendalikan pengeluaran, ia juga mendorong masyarakat untuk memiliki dana darurat sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kebutuhan kesehatan, maupun kondisi ekonomi yang berubah sewaktu-waktu.

"Gaya hidup yang baik bukan diukur dari seberapa besar seseorang membelanjakan uang, tetapi dari kemampuannya mengelola keuangan secara bertanggung jawab. Dengan disiplin mengatur pengeluaran dan memiliki perencanaan keuangan yang jelas, masyarakat dapat mencapai kondisi finansial yang lebih sehat," katanya.

Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, mulai membangun kebiasaan finansial yang positif sejak dini. Menurutnya, gaya hidup yang seimbang, disertai pengelolaan keuangan yang bijak, akan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus mewujudkan kesejahteraan jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....