OJK Dorong Peningkatan Mesin Giling Gabah Petani di Banten
- 29 Jun 2026 22:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten mendorong penguatan sektor pertanian melalui program peningkatan akses permodalan dan sarana produksi. Salah satunya adalah fasilitasi peningkatan mesin giling padi bagi kelompok tani di wilayah Banten yang permodalannya akan dibantu oleh OJK melalui akses ke perbankan.
Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma menyampaikan pihaknya berencana mendorong optimalisasi 2 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Banten. Keduanya yakni BUMD milik Pemprov Banten yakni Agro Bisnis Mandiri (ABM) dan BUMD milik Kabupaten Lebak yakni Lebak Niaga.
"Nantinya kedua BUMD ini yang akan mengelola mesin giling padi yang gabahnya dibeli dari petani," ucapnya.
Melalui lebijakan ini, Adi berharap dapat memotong mata rantai produksi beras di Banten. Jadi setelah panen, gabah dari petani dibeli oleh BUMD untuk diolah menjadi beras untuk disebar ke pasar yang ada di Banten.
"Untuk saat ini produksi beras Banten harus dibawa dulu ke Karawang. Setelah itu baru dibawa lagi ke Banten, yang harganya sudah naik," ucap Adi.
Meski diakui kebijakan ini, kata Adi dihadapkan pada tantangan kemampuan daerah untuk membeli harga gabah petani yang lebih tinggi. Karena saat ini petani di Banten lebih tertarik menjual gabahnya ke perusahaan swasta.
"Misalnya PT Wilmar itu membeli gabah dari petani diatas Rp6.500-8.000. Sehingga ini dinilai lebih menguntungkan para petani," ucapnya.
Adi menambahkan program ini diproyeksikan bisa berlangsung pada Agustus tahun ini. Dengan demikian dalam waktu tidak terlalu lama program pengolahan gabah kering petani di tidak lagi diproduksi di luar Banten.
"Karena selama ini, Bulog belum mampu menampung gabah petani dengan harga gabah yang tinggi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....